Majlis Manaqib Nusantara Bakti Pada Negara

Logo Majlis Manaqib Nusantara
Tirtanews.id - Majlis Manakib Nusantara sebagai komunitas Gerakan selain memiliki Dimensi Teologi- Religius juga berdimensi sosiologis. Maka tidak membiarkan gejala dan perkembangan sosial keagamaan di lingkungannya terganggu.

Dalam pada itu setelah mencermati Fakta sosial khususnya masalah Ideologi dan keterkaitannya dengan agama maka dapat disimpulkan :
Pancasila sebagai Dasar Negara /NKRI,  sedang dalam ancaman Komunisme Bahwa RUU Hip merupakan rancangan yg ditengarai menjadi ikhtiar politis untuk mereduksi Pancasila menjadi TRI Sila dan bahkan Eka Sila, hanya berupa sila :Gotong Royong.
Atas dasar itu Majlis Manakib tidak bisa berpangku tangan, karena tanggung jawab sosial wajib  menegakkan Kebenaran dan waspada terhadap musuh Pancasila yaitu dalam hal ini PKI.

Agar tidak bangkit baik bentuk maupun isi ideologinya maka Umat Islam setentak bergerak meminta Pemerintah ( Kudus maupun propinsi dan Pusat) untuk :
  • SIAGA bersama Umat Beragama untuk menumpas PKI gaya baru.
  • Membatalkan (bukan sekedar menunda) pembahasan RUU HIP.
Dan atas dorongan dari komponen umat Islam di Kudus, Majlis Mendampingi Gerakan Anti Komunis Kudus untuk berseru dalam Aksi Bela Pancasila.

Adapun bentuk seruan Bela Pancasila Majlis menata dalam Bentuk : DOA  BERSAMA dan ISTIGHOTSAH  UNTUK  KESELAMATAN  BANGSA.

Hal itu juga telah di Audiensikan dengan Kapolres Kudus dan plt Bupati Kudus, HM.Hartopo, ST,MM,MH dan Acara akan digelar Hari.Jumat, 10 Juli 2020 Jam 13.00 Di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus.

Audiensi dengan Plt ndampingi Ketua Alumni Pii dan Ketua Alumni Hmi serta Majlis Manakib Nusantara.

Demikian wawancara IndesNews dengan Bin.s., Ketua Majlis Manakib Nusantara, lewat telpon dalam perjalanan Yogya Kudus.

Dalam percakapan di fajar hari 8 juli 20, ditanya oleh IndesNews :

" Mengapa Teman Majlis dan Ormas LSM memilih DOA Bersama... / apakah ada tekanan dari Polres ataupun Bupati plt ? " .

" Tidak Takut pada beliau, sama sekali tidak ditekan... tetapi kita punya alasan lain tersendiri".

Begitu jawab Bin Subiyanto, M, aktifis kawakan, yang 10 terakhir ini menjadi Direktur lembaga penelitian PADERI .

Dalam kesempatan lain, Bin Subiyanto, yang saat kuliah di Filsafat UGM aktif di Forum Kajian Ideologi, menyatakan bahwa Justru kalo mau memeras Pancasila secara logis sistematis maka menjadi Ketuhanan Yang Maha Esa saja. " Coba nalarkan,  bila Orang Iman Kepada Tuhan Yg Maha Esa, pasti dia berPeriKemanusiaan, Bersatu dalam satu kebangsaan,, demokrasi dan memikirkan Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia"

Jadi pada dasarnya NKRI  itu negara yg religius. Maka PKI sudah logis tidak bisa diterima oleh alam pikiran bangsa Indonesia"..lanjutnya.

" komunisme ataupun marxisme  itu akar konsep ekonomi sosial  yg dasar berangkatnya dari Ateisme, TIDAK mengakui adanya TUHAN'
Bin.S. : "  PKI= Ateis, Tidak berTuhan "

0 Komentar

0 Komentar