MATRA (Masyarakat Adat Nusantara) Jepara Lestarikan Budaya Jawa


Tirtanews.id - JEPARA, Lena Efendi Sholeh Noto Prawiro bersama masyarakat adat nusantara (Matra) Kabupaten Jepara Eks Karesidenan Pati megajak kepada semua penggiat dan pelestari budaya khususnya masyarakat di wilayah jepara dan sekitarnya bahwa dalam rangka tradisi Apitan (sedekah Bumi) tahun 2020 ini kami merasa tradisi tersebut sudah mulai bergeser dan bahkan sudah mulai hilang dari tengah-tengah masyarakat.

Anggapan masyarakat tentang sedekah bumi ini sudah tidak lagi di anggap sebagai hal yang penting karena sebagian dari kalangan muda menganggap tradisi ini sebagai bidah dan juga dianggap sebagai perbuatan yang musrik.

Dalam rangka nguri-nguri budoyo leluhur hendaknya kita semua paham dan tahu apa itu sedekah bumi yang dalam bahasa arab adalah ashidaqotul ardzi yang artinya sedekah kepada bumi dan dalam artian luas sebagai rasa wujud syukur kita kepada Tuhan Yang Maha Esa ALLAH SWT atas segala limpahan rahmat yang diberikan kepada kita semua.

Sedekah bumi tidak harus berupa wayangan, kirab dan lain sebagainya karna inti dari sedekah itu adalah untuk berbagi kepada sesama dan untuk menolak balak dan seperti wayang, barongan, kirab dan sebagainya hanyalah hiburan yang sarat akan makna sebagai penggambaran hidup di dunia.

Salah satu kepedulian kami sebagai wujud nguri-nguri budoyo leluhur yang kami kemas dalam masa pandemi ini adalah dengan bersedekah kepada warga yg berdampak covid atau yang membutuhkan santunan kepada anak yatim piatu, dan doa bersama untuk keselamatan ummat dan dengan ziaroh ke makam punden serta leluhur yang telah berjasa demi keutuhan dan kejayaan Bumi nusantara ini.

Karena ketetbatasan kami, kami berharap dengan upaya yang kami lakukan meskipun jauh dari yang kita harapkan, kami yakin dengan hati yang tulus dan ikhlas serta doa dari anak-anak yatim piatu wabah dan pagebluk yang melanda nusantara saat ini akan segera berakhir, Maqo shudana lidafil balak afaatil mushibah.

0 Komentar

0 Komentar