Proses Pewarangan dan Penjamasan Pusaka Mbah Mail Demak


Tirtanews.id - DEMAK, Di bulan suro sudah menjadi tradisi masyarakat jawa bahwa suro adalah bulan sakral diawal pada tahun jawa yang tepat untuk mensucikan atau membersihkan Keris Pusaka yang sering disebut dengan Jamasan.

Didaerah tertentu Jamasan Pusaka tidak harus dibulan suro, misal di Demak jawa tengah yang biasanya Jamasan dilaksanakan dibulan besar atau Dzulhijjah, contoh lain di Cirebon jawa barat Jamasan Pusaka dilaksanakan pada bulan maulud yang terkenal di masyarakat Cirebon indramayu majalengka kuningan Jamasan disebut ritual panjang jimat.

Sebelum Pewarangan dan Penjamasan kita harus persiapkan dulu baha-bahan yang diperlukan, berikut adalah bahan yang harus dipersiapkan.

Bahan yang perlu disiapkan diantaranya :

1. Air kelapa, berguna untuk merendam menghilangkan karat korosi yang menempel pada bilah Keris
2. Jeruk nipis, air perasan jeruk nipis berguna untuk memutihkan bilah keris
3. Batu warangan, berguna untuk mengkontraskan warna bilah Keris
4. Sabun, dizaman dahulu memakai Lerak, untuk proses ngeprok dicampur dengan air jeruk nipis
5. Air, dupa dan bunga tujuh rupa
6. Minyak Jamasan Pusaka, berguna untuk melindungi bilah Keris dari timbulnya karat, sehingga keutuhan besi bilah Keris terjaga dan awet.

Setelah semua bahan sudah siap, selanjutnya pada proses Tata cara bagaimana melakukan Pewarangan dan Penjamasan dengan baik dan Benar

Tata Cara Proses Pewarangan dan Penjamasan Pusaka :

Tata cara pelaksanaan Pewarangan dan Penjamasan Keris Pusaka diawali dengan ritual khusus, karena kita manusia biasa ciptaan Tuhan, jadi sebelum langkah Pewarangan dan Penjamasan kita berdo'a memohon kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar proses Pewarangan dan Penjamasan berjalan dengan lancar tanpa halangan apapun, dan pastinya kita mengharap berkah dan manfaat dari Tuhan Yang Maha Kuasa dibalik kejadian atau kegiatan proses Pewarangan dan Penjamasan Keris Pusaka, karena pada hakekatnya kegiatan Pewarangan dan Penjamasan memiliki arti dan filosofi yang mendalam dikehidupan manusia sehari hari, contoh kecil ibarat manusia kembali lagi ke kondisi bersih dari dosa dosa dan taubat yang sesungguhnya, bersih pikiran juga hati.

Kemudian dilanjut dengan merendam Keris Pusaka kedalam air kelapa sampai terlihat bilah Keris terlepas dari karat korosi, langkah perendaman dilakukan jika kondisi bilah Keris berkarat, namun jika kondisi bilah Keris bersih tidak berkarat maka bisa langsung dilakukan dengan proses mutih yaitu memutihkan bilah Keris sehingga bilah terlihat putih bersih dari sisa sisa minyak juga bersih dari sisa warangan lama yang menempel.

Setelah proses mutih selesai dilanjut proses pewarangan yaitu merendam bilah Keris kedalam cairan warangan ( air jeruk nipis yang sudah dicampur dengan batu warangan)  durasi kurang lebih satu jam.

Selanjutnya setelah selesai pewarangan proses berikutnya ngeprok yaitu membersihkan bilah dari cairan warangan, sehingga bilah Keris terlihat warna yang kontras yaitu munculnya perbedaan warna antara material baja ( slorog) yang cenderung berwarna kelabu kemudian material besi wasuhan ( saton) yang cenderung berwarna hitam kemudian material meteor ( pamor) yang cenderung berwarna putih, sehingga munculah perbedaan warna bilah Keris yang memiliki nilai seni yang indah.


Jika proses perendaman mutih pewarangan sudah selesai, maka proses terakhirnya Penjamasan yaitu proses menyirami bilah Keris dengan air bunga tujuh rupa juga dibarengi dengan pembakaran dupa, setelah dikeringkan langkah berikutnya meminyaki bilah Keris Pusaka, maka selesailah proses Pewarangan dan Penjamasan Keris Pusaka.

Tentang pengakuan efek samping atau bahaya yang dialami oleh beberapa masyarakat jawa ketika Pusaka bertuah tidak di Jamasi, Keris Pusaka dibuat oleh empu selain memang keahlian seni tempa besi dan ilmu metalurgi, juga dibarengi dengan tirakat baik puasa ataupun do'a do'a khusus agar Tuhan menurunkan daya ilahiyah yang diniatkan masuk kedalam Keris Pusaka sehingga bermanfaat untuk perantara atau wasilah bagi pemilik Keris Pusaka.

Secara keyakinan dari segi mistik yang terjadi di masyarakat jawa memang iya ada yang merasa jika Keris Pusaka tidak dirawat bisa menimbulkan efek efek samping yang diluar nalar manusia, tapi jika dilihat dari segi pikiran nalar pada intinya Keris Pusaka adalah benda buatan manusia juga yang dibuat dengan keahlian khusus dan memiliki nilai seni tinggi juga merupakan warisan leluhur pada zaman kerajaan. Yang jelas apapun yang terjadi didunia ini semua atas kehendak Tuhan Yang Maha Kuasa.

#AF

0 Komentar

0 Komentar