4 Hektar Tanaman Padi di Hadiwarno Terancam Kering

Persawahan di desa Hadiwarno Mejobo kudus

Tirtanews.id - Kudus, (Senin, 21/9/2020), Sekitar empat hektar tanaman padi umur 30 hari di Desa Hadiwarno Kecamatan Mejobo Kabupaten Kudus terancam kekeringan. Akibatnya sekitar 25 orang petani pengelola sawah tersebut sangat mengkhawatirkan tanaman bakal mati, karena tidak adanya pasokan air. “ Malam ini kondisinya berawan tebal. Angin sedikit kencang. Mudah-mudahan turun hujan, sehingga tanaman kami terselamatkan,” ujar Samuji, salah satu petani lewat telepon.

Menurut dia , tanaman padi tersebut sebenarnya telah dialokasikan memperoleh jatah pasokan air dari bendung Logung, namun debit air maupun waktu penggelontoran tidak / belum pernah sesuai kebutuhan. “Malam ini katanya dialirkan , tapi kurang begitu percaya.” tambahnya.

Menurut Kepala Desa Hadiwarno, Sugiarto, luas sawah di wilayah kerjanya mencapai sekitar 100 hektar. Sebagian besar kondisinya saat ini ditanami padi musim tanam (MT) III dan mengandalkan pasokan air dari bendung Logung.

Namun karena belum mentrapkan pola tanam , maka para petani masih bertumpu pada tanaman padi. Idealnya, untuk sawah beririgasi teknis, pola tanam yang ditrapkan adalah dua kali tanam padi dan satu kali tanam polowijo. ( padi, padi, polowijo).

Kendala lain, pihak kontraktor pembangunan bendung Logung, belum menyerahkan pengelolaannya kepada dinas/instansi terkait. Khususnya Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juwana.(grace)

0 Komentar

0 Komentar