Air Kelapa dan Kopi, Bukan Penyembuh Covid-19

Sebutir kelapa muda siap minum

Tirtanews.id - Kudus, ( Senin 21/9/2020), Campuran air kelapa dengan jeruk nipis dan minum kopi tiga cangkir per hari, ternyata bukan obat untuk menyembuhkan warga yang positif terkena Covid-19. Informasi yang sempat merebak di media sosial (medsos) bersifat salah dan menyesatkan. Hal itu berdasarkan Periksa Fakta yang dilakukan Tirto.ID

Dalam pesan melalui WhatsApp (WA) dengan narasi : tolong bantu dikasih tahu ke saudara² kita yg kena covid 19.. Ini obat pemberian dari TUHAN yg mudah didapat yang sangat manjur..1 (satu ) biji air kelapa muda 1(satu)  biji jeruk nipis diperas 1 (satu) sendok makan garam Semuanya diaduk dan diminum airnya… dijamin 1 jam kemudian virusnya akan hilang

Penelusuran Fakta nya yang dilansir situs Klikdokter, air kelapa muda dapat membantu memenuhi kebutuhan cairan, khususnya pada lansia yang sering kurang minum hingga mengalami dehidrasi.

Air kelapa juga mengandung mineral potasium atau kalium yang dapat mencegah darah tinggi dan menghindari penyakit jantung koroner. Kandungan lainnya, L-arginine, juga bermanfaat untuk penderita penyakit jantung atau untuk orang yang ingin mencegah penyakit kardiovaskular.

Kandungan dalam air kelapa juga bermanfaat bagi penderita diabetes atau yang ingin mencegah penyakit kencing manis. Magnesium yang terkandung dalam air kelapa dapat membuat insulin lebih sensitif, sehingga mencegah terjadinya resistensi insulin. Kandungan kalori yang rendah dan adanya serat pada air kelapa muda juga dapat menjadikannya asupan menu untuk penderita diabetes. Masih banyak manfaat lainnya dari air kelapa muda, yakni sebagai antiinflamasi atau antiperadangan, menurunkan kolesterol, serta melindungi organ hati dari kerusakan.

KOPI


Tanaman-buah kopi

Sebuah pesan di grup WA mengklaim bahwa minum kopi hingga tiga kali sehari mampu menangkal COVID-19 . Menariknya, pesan itu juga mencantumkan sumber dari CNN dan klaim yang berasal dari Dr. Li Wenliang.

Wenliang merupakan dokter yang pertama kali mengemukakan adanya virus corona baru di Wuhan, China. Ia dihukum oleh pemerintah China karena mengungkapkan hal tersebut, dan kemudian meninggal karena tertular COVID-19.

Terkait klaim kopi dapat menangkal COVID-19, berdasarkan penelusuran terhadap berita-berita CNN yang berkaitan dengan Li Wenliang yang menyebutkan kata 'kopi' atau coffee dalam bahasa Inggris, tidak terdapat artikel di CNN yang memiliki perpaduan kata-kata tersebut, bahkan ketika dipisahkan dengan tanda koma.

Dalam salah satu berita CNN, Wenliang memang diberitakan dipuji sebagai pahlawan. Kepolisian Wuhan sempat menuduh Wenliang menyebarkan rumor di media sosial."Seorang dokter di China yang mencoba memperingatkan publik tentang virus corona di Wuhan telah meninggal dunia karena penyakit tersebut. Li Wenliang memberi tahu rekan-rekannya tentang keberadaan virus pada bulan Desember, namun dituduh menyebarkan rumor oleh polisi Wuhan setelah mengunggah pesan tersebut di media sosial," sebut CNN.

"Li Wenliang dipuji sebagai pahlawan, dan kematiannya telah memicu kemarahan di antara warga China yang merasa dibohongi dan bahwa Wenliang diserang karena mengungkapkan kejadian tersebut. Li meninggal ketika virus Corona telah mencapai 30 ribu kasus di China.".

Alih-alih penemuan obat COVID, berita-berita lain terkait Wenliang menjelaskan bahwa Wenliang sendiri pada saat itu belum yakin soal nama virus baru penyebab COVID-19 tersebut. Ia hanya menjelaskan virus baru ini bisa jadi satu keluarga dengan SARS.

Beberapa berita terkait hal ini dapat ditemukan di laman South China Morning Post (SCMP) berjudul "Siapa Li Wenliang dan Bagaimana Ia Jadi Pahlaman Coronavirus" dan "Ibu dari Whistle-Blower Coronavirus Meminta Jawaban Pada Polisi."

Tidak ada laporan media yang menyebutkan Wenliang menemukan obat COVID-19. Wenliang meninggal pada 7 Februari 2020, saat masih banyak negara yang meragukan kehadiran virus corona baru SARS-CoV-2.

Lebih lanjut, terkait Methylxanthine, Theobromine, dan Theophylline, studi dari National Center for Biotechnology Information berjudul "Health Benefits of Methylxanthines in Cacao and Chocolate" (2018) menyebutkan Methylxanthine sering ditemukan dalam minuman seperti kopi, teh, minuman energi, atau coklat, sama seperti Theophylline dan Theobromine. Kandungan ini bermanfaat di berbagai bidang seperti neurodegeneratif dan mengobati penyakit pernapasan, diabetes, atau kanker. Studi ini tidak menyebutkan adanya manfaat Methylxanthine, Theobromine, dan Theophylline untuk menangkal keluarga virus SARS.

Laman resmi dari World Health Organization (WHO) terkait COVID-19 per September 2020 juga tidak mencantumkan pengobatan khusus untuk penyakit ini kendati terdapat beberapa pengobatan modern, tradisional, atau obat rumahan yang dapat meringankan gejala yang ditimbulkan COVID-19. Catatan penting, WHO tidak merekomendasikan pengobatan dengan antibiotik tanpa anjuran dokter.

Namun, saat ini terdapat beberapa uji klinis yang sedang berlangsung terkait pengobatan modern dan obat tradisional. WHO mengatakan mereka tengah mengoordinasikan upaya untuk mengembangkan vaksin dan obat-obatan untuk mencegah dan mengobati COVID-19, dan akan terus memberikan informasi terkini segera setelah hasil penelitian tersedia.(grace)

0 Komentar

0 Komentar