Anggur Asia Hingga Elang Jawa Berada di Gunung Muria

Memilih buah parijotho

Tirtanews.id - Kudus, (Kamis, 24/9/2020). Anggur Asia (showy asian grapes) atau tanaman parijotho (medinilla speciosa), tergolong tanaman langka dan tumbuh subur di kawasan Gunung Muria a Khususnya di seputar Desa Colo Kecamatan Dawe Kabupaten Kudus.

Konon buah parijotho, ditemukan di seputar Gunung Muria, atas permintaan isteri Sunan Muria , yang bernama Dewi Sudjinah dan tengah mengandung serta nyidam parijotho. Bila memakan buah parijotho, maka jabang bayi yang akan lahir menjadi cantik bagi perempuan dan tampan bagi laki-laki.

Sunan Muria- salah satu diantara “anggota” Wali Sanga (Wali 9 (sembilan), yang terdiri
Maulana Malik Ibrahim, Sunan Ampel, Sunan Bonang, Sunan Giri, Sunan Drajat, Sunan Kalijaga, Sunan Kudus, Sunan Muria dan Sunan Gunung Jati.

Baca JugaMencicipi Air Tiga Rasa di Bunton dan di Rejenu

Di dukung mitos keramat dan khasiat alamiahnya, parijotho mampu menjadi “benda multikultural” yang diamini dan bahkan menjadi bagian hidup masyarakat luas selayak air zam-zam bagi masyarakat muslim lintas ideologi..

Menurut Paguyuban Masyarakat Pelestari Hutan (PMPH) Desa Colo, Sokhib Garno Sunarno, tanaman parijotho, sudah mulai dibudayakan sejumlah warga Desa Colo, untuk dijadikan salah satu sumber penghasilan. Bahkan untuk melindungi dari kepunahan, tanaman ini dilarang dijual-belikan ke luar daerah.

Parijotho termasuk tanaman berkeping dua . Tumbuh baik didaerah lereng-lereng pegunungan dengan ketinggian sekitar 810 m sampai 2.300 m di bawah permukaan laut. Berbunga sekitar bulan November- Januari dan berbuah tiga – empat bulan kemudian.

Puluhan jenis pohon

Menurut data yang dihimpun dari Perum Perhutani, terdapat puluhan jenis tanaman asli Gunung Muria. Seperti Delegang, Kemuning, Leket, Bendo, Waru, Tegaron, Putat, Pule, Segawe, Kalongan, Wuni, Ketilang, Blimbing, Jlamparan, Gondang, Pekoso, Tejo, Gagangan, Pasang, Elo, Jengkol, Gedongan, Bagoran, Kliteh, Rakuh, Regil, Pucung, Karahan, Bri, Rawo, Gambiran, Demolo, Nangka,  Gintungan, Janglet, Weru, Sampang, Suren, Pranak, Rimon, Regi, Welahan, Limat, Pakis, Mangga, Kledung, Kedali, Morosowo, Jangkar, Kukuran, Meruwo, Kluwung, Besi, Mangli, Preh, Manak, Winong, Walangan, Ketepus, Teki, Laban, Lampeyan, Sembung, Kluweh, Sembayun, Bekonang, Wadang, Klumpit, Sonokeling, Kemiri, Cempirit, Bregut, Bambu, Dadap, Duren, Klampis, Kedinding, Papahan, Teken, Tunggen, Ritan, Berasang, Tlutup, Randu Alas, jenis palem-paleman, perdu dan rumput-rumputan lainnya. Nama tersebut menggunakan nama daerah dan belum dicari kata/bahasa latinnya.

Baca JugaKebun Raya Mini Di Makam Syekh Sadzeli Rejenu

Selain itu, ada jenis tanaman lain yang masa tanam dimulai 1942, yaitu mahoni ( swietenia mahagony), Tusam ( pinus merkusit)( 1944), sengon ( albizzia falcate) dan kopi yang ditanam pada 1914.

Puluhan jenis tanaman tersebut yang terdeteksi pada 1997 masih dalam kondisi utuh. Namun sejak terjadinya aksi penjarahan kayu hutan pada 1998- 2002, sebagian besar ikut terjarah . “Itulah sebabnya kami bersama MRC UMK dan DF, sepakat untuk mengidentifikasi ulang. Termasuk sejumlah pohon/tumbuhan yang memiliki banyak khasiat.” ujar Shokib. 17 jenis

Sedang hasil pendataan yang dilakukan MRC UMK dan Relung Jogja pada akhir Oktober 2004, terdapat 17 jenis tumbuhan : Kayu merah ( pterocarpus indica Will.D), Orok-orok ( crotalaris ferruginee), Sengon Jawa ( albizia chinensis Merr), Sengon Laut (paraserientes falcataria), Sonokeling ( dalbergia latifolia), Kenanga Hutan , Kedoya ( dyscoxylum amoorides miq), Anggrek tanah (calanthee veratrifolia RBr), Konthol Semar ( nerium indicum mill), Pulai ( aistonia angustiloba miq), Kimpu (xanthosoma violaceum), Krokot ( poctulaca oleracea), Ganyong ( canna edulis ker), Durian ( durio zibethenus murr), Siyem (sachium edule sw), gadung ( dioscorea hispida dens), Melinjo ( gnetum gnemon) dan Alpukat ( persea gratissima gaertn).

Baca Juga : Ngopi di Moro Miri Sembari Menatap Gunung Muria Tempat Untuk Ngadem, Nyantai dan Mejeng

Adapun jenis burung yang ditemukan sebanyak 15 : Yaitu Alap-alap sapi ( falco moluccensis), Barencet kerdil ( pnoepyga pusilla), Ayam hutan hijau ( gallus varius), Alap alap kawah (falcaoperegrimus), Bentet Kelabu (lanius schach), Bondol Jawa ( lonchure leucogastroides), Bubut alang alang ( centropus), Burung madu sepah raja ( (aethopygs siparaja), Cabe bunga api ( dicaeum trigonostigma), Cabe Polos ( dicaeum concolor), Caladi ulam ( dendrocopus macel), Burung madu sriganti ( nectarinia jugu aris), Cabe Jawa ( dicaeum trochileum), Caladi tilik ( piciides moluccensis) dan Cikrak mahkota ( pyllosopus coronatus)

Macan tutul Gunung Muria

Sedang sejumlah satwa lainya yang tergolong langka dan dilindungi adalah macan tutul. Menurut Shokib, jumlahnya lumayan banyak dan sebagian diantaranya sudah beranak pinak. Termasuk Elang Jawa ( Elang Muria).(Grace)

0 Komentar

0 Komentar