Bangsaku, Indonesiaku - By Sang Penyair Liar


Bangsaku, Indonesiaku

Tujuh puluh tahun lamanya

kau bebas dari jajahan kolonial belanda dan jepang.
Sekarang bumimu terlihat rimbun dan segar.
Seperti hirupan udara di pagi nan cerah.

Tujuh puluh tahun lamanya..

Hamparan tanahmu menumbuhkan kekayaan luar biasa.
Rakyatmu kini sudah tidak menderita.
Rukun damai sejahtera sentosa.

Tujuh puluh tahun lamanya....

Pemilihan pemimpi sangatlah demokratis.
Suara rakyatmu cerdas dan cerdik.
Tokoh bangsamu luar biasa penuh intrik.
Pakar pakarmu mampu dan berfikir.

Tujuh puluh tahun lamanya...

Aliran darahmu sungguh lancar.
Pembangunan tumbuh dimana mana.
Tenaga kerjamu orang orang pilihan.
Tercipta impian kota berperadaban.

Tujuh puluh tahun lamanya...

Rakyat miskin menjadi tercukupi.
Bakti sosialmu sampai sana juga sini.
Tertata rapi tak diragukan lagi.

Tujuh puluh tahun lamanya..

Ibu pertiwi menampak lain..
Senyumkan wajah menggoda di hati.
Bagai tergelitik rayuan memikat mimpi.

Tujuh puluh tahun lamanya.

Intrik intrik kini terjadi.
Mulai pejabat hinggat rakyat yang butuhkan asi.
Tawar menawar hak demi meraih.

Tujuh puluh tahun lamanya..

Kini massa semakin menjadi.
Bak mencari bungkusan nasi.
Berlari lari harapkan adil.
Pertanyakan nasib untuk dipeduli.

Tujuh puluh tahun lamanya..

Korupsi semakin menjadi jadi
Tikus tikus istilahkan dalam berpolitik.
Saling merong -rong lubangnya tepi.
Harapkan butuh ratunya adil.

0 Komentar

0 Komentar