Corona Dalam Ilusi - Syair By Penyair Liar


Corona Dalam Ilusi

Corona aku mencintaimu.....

Dalam gerak dan langkahku.
Aku selalu berdo'a untukmu.
Dipucuk bibir tipis manisku.
Bayangku selalu ada kehadiranmu.

Corona aku mencintaimu....

Bukankah aku sudah mohonkan.
Kehadiranmu sungguh memilukan.
Diketepian buana yang terhampar.
Jauh pergimu seperti bayangan bayangan.

Corona aku mencintaimu....

Tusukan panah cintamu tajam.
Menancap di ulu jantung mematikan.
Dadaku seperti terbakar.
Panas panas panas ku rasakan.

Corona aku mencintaimu....

Campakanmu sungguh pilu.
Abaikan segala liku liku.
Melumat habis jagad tertempuh.

Corona aku mencintaimu....

Para teknokrat berhenti.
Pasungkan misi di atas regulasi.
Intrik intrik menjadi jadi.
Lalu lalang berlari lari.

Corona aku mencintaimu....

Pangsa pangsaku menjadi tak berdaya.
Busur panah asmaramu kan melesat sudah.
Melintas di segala arah.
Perduli kata menyiram durja.

Corona aku mencintaimu....

Hukumku kini menjadi kaku.
Berhenti di jalan menerjal meliku.
Aktifitas massa membatasi waktu.
Sosial distancing  rumusan tersusun.

Corona aku mencintaimu....

Puing kerinduan sudah tidak bermakna.
Tawarkan harapan menakutkan.
Hilang sudah syahdu mimpi di atas dibuaian.
Pupus sudah damba kehangatan.

Corona aku mencintaimu.

Kenapa rakyat kau buat menderita.
Hilangkan daya di atas PHK.
Pengangguran mulai kau cipta.
Merajalela kemana-mana.

0 Komentar

0 Komentar