Merosot Wisatawan “Petualangan” Situs Patiayam Dua Jip Itu “Nganggur”

Nganggur dua jip Petualangan Patiayam

Tirtanews.id - Kudus, (Jumat,25/9/2020). Dua jip – satu diantaranya warna merah menyolok nampak diparkir di pojok kanan depan pekarangan rumah tua di Desa Terban Kecamatan Jekulo Kabupaten Kudus. Sebagai saksi bisu tentang kondisi sepinya wisatawan Patiayam adventure ( petualangan patiayam). akibat pagebluk Covid-19 “ Merosot sekitar 50 persen. Pengguna jip sebagian besar warga kota besar di luar Kudus. Belum menemukan cara terbaik untuk mengembalikan hingga 100 persen. Kini kami hanya focus pada untuk menjajakan minuman dan makanan yang kami produksi sendiri,” ujar Lili Noor Indah, anak ke-3 dari lima bersaudara pasangan suami isteri Amien Sudjai- Sri Handasjah.

Menjelang akhir 2019, dengan dimotori Himawan Noor Tauriq- adiknya Lili- pengusaha sukses di Jakarta, merintis usaha baru berupa penginapan dan Petualangan Patiayam. Patiayam adalah nama bukit sekaligus nama situs Patiayam- salah satu situs yang “menyimpan” fosil binatang purba dan manusia purba- “sekelas” dengan Sangiran.

Rumah penginapan Petualangan Patiayam

Rumah keluarga besarnya yang masih asli – terutama rumah yang dibangun sebelum tahun 1945 dijadikan rumah penginapan. Dengan pertimbangan rumah ini tergolong rumah “tua” memungkinkan menjadi cagar budaya) dengan kondisi sebagian besar masih utuh dan asli, Termasuk perabotannya.

Bagi tamu yang ingin minum disediakan teh, kopi dan degan ( kelapa muda). Sedang menu makanannya : sop, pecel, sega lodeh, sega goring babat dan iwak penyet.

Lalu disuguhkan “wisata” petualangan dengan mengendarai jip. Mengelilingi perbukitan Patiayam yang berjarak sekitar 15 kilometer, dengan kondisi medan yang lumayan berat ( penuh batu, berlumpur (saat hujan), naik turun, tikungan tajam dan jalan sempit). Menyinggahi sendang Pengilon, air terjun Grenjengan, Gua Dalem dan Gua Jepang, sambil menikmati pemandangan alam dan swafoto. Tersedia pula tenda dan peralatan untuk kemah.(Grace)

0 Komentar

0 Komentar