Mulai Berdatangan, 17 Jenis Peralatan Olahraga Nilai Barang Diragukan

Matras Senam

Tirtanews.id - Kudus, (Kamis,24/9/2020). Peralatan olahraga senilai Rp 24 juta dengan sumber Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk sekolah dasar (SD) di Kabupaten Kudus mulai berdatangan. Namun pihak SD belum mengetahui secara pasti jenis peralatan olahraga yang diterima, karena masih terbungkus rapat dalam dos. Kecuali matras yang diterima tanpa pembungkus.

Namun saat Tirtanews melacak lewat foto terhadap sebuah dos, terlihat ada 17 jenis peralatan olahraga yang diberikan sesuai dengan rencana anggaran belanja (RAB). Meliputi : (1) bola kaki nomor 5 (2) bola futsal nomor 4 (3) bola voli (4) net bola voli (5) matras senam (6) tongkat estafet (7) catur (8) raket bulutangkis (9) shuttle kock (10) net bulutangkis (11) simpoi plastik (12) pemukul bola kasti (13) bola kasti (14) matras bela diri (15) alat P3K (16) carta interaktif bahaya rokok, minuman keras, narkoba dan (17)palang tunggal buat anak.

Rincian 17 jenis perakatan olahraga DAK

Sedangkan jumlah barang yang diberikan dengan nilai uangnya ( pagu barang) yang sebesar Rp 24 juta diragukan kebenarannya( terlalu besar ) Misalnya harga matras untuk senam paling murah sekitar Rp 85.000 dan paling mahal Rp 415.000/buah. Bola kaki nomor 5 berkisar antara Rp 80.000 hingga Rp 450.000/buah. Raket bulutangkis untuk anak –anak (SD) berkisar Rp 70.000 hingga Rp 250.000/buah.

Berdasarkan pelacakan tirtanews, di SD I Prambatan Lor Kecamatan Kaliwungu, pihak sekolah membenarkan sudah menerima peralatan olahraga. Namun tidak mengetahui jenis barangnya, karena masih berada dalam 4-5 dos dengan kondisi tertutup rapat. Kecuali matras. “Ini salah satu dos dan dos dos lainnya tersimpan di ruangan lain.Termasuk matrasnya,” ujar beberapa orang guru sembari memperlihatkan sebuah dos yang diangkut dari dalam ruangan- kemudian diletakkan di lantai dengan meja-kursi tamu.

Kepala SD I Dersalam Kecamatan Bae, Suprapti, mengantar tirtanews, ke salah satu ruangan tempat menyimpan peralatan olahraga DAK . Berupa sejumlah dos yang juga masih tertutup rapat dan matras. “Matras dipastikan berguna untuk siwa kami, tapi peralatan olahraga lainnya yang masih tersimpan dalam dos isinya belum tahu. Untuk sementara belum kami buka, karena tidak ada aktivitas para siswa- sehubungan kondisi pandemi Covid-19,” ujarnya.

Menurut perempuan bertubuh jangkung ini, peralatan olahraga “didrop” (dikirim) dari Dinas Pendidikan Kepemudaan Olahraga (Disdikpora). Kemungkinan besar peralatan olahraga yang dikirim ke SD penerima bentuk/jenisnya sama dan merupakan satu paket. “Saya juga tidak tahu berapa nilai peralatan olahraga ini. Kami tinggal menerima dalam bentuk barang,” tambahnya.

Menurut data yang diperoleh tirtanews, selain SD1 Prambatan Lor dan SD 1 Dersalam ada pula SD lainnya. Seperti SD 3 Kedungdowo, SD 3 Karangbener, SD 3 Temulus, SD 2 Garung Kidul, SD 2 Bacin, SD 1 Bakalan Krapyak, SD 1 Burikan. Masing masing SD tersebut memperoleh “paket peralatan olahraga” dari DAK 2020. senilai masing masing Rp 24 juta.

Dalam peraturan menteri pendidikan dan kebudayaan l tahun 2019 tentang petunjuk operasional DAK phisik bidang pendidikan (lampiran peraturan presiden nomor 141 tahun 2018), antara lain disebutkan mengenai pengadaan sarana belajar.(Grace)

Meliputi : pengadaan buku koleksi perpustakaan( buku pengayaan), buku referensi, panduan pendidikan. Pengadaan sarana pendidikan jasmani olahraga kesehatan (PJOK) dan peralatan seni budaya serta peralatan-alat kesenian tradisional.(Grace)

0 Komentar

0 Komentar