Pembangunan Citywalk Jalan Terus, Meski Zona Merah. Korban Jiwa 192

Salah satu diantara dua alat berat yang  dioperasikan di jalan sunan kudus

Tirtanews.id -  Kudus, (Selasa,22/9/2020). Meski kondisi Kabupaten Kudus saat ini masih berada di zona merah( resiko tinggi) dan korban meninggal akibat Covid-19 sudah mencapai 192 orang, namun program pembangunan Citywalk yang konon menelan biaya Rp 14-16,3 miliar tetap jalan terus. Citywalk secara abstrak artinya jalur pejalan kaki di dalam kota).

Pembangunan citywalk tersebut menurut dosen sekaligus budayawan Moch Rosyid, juga tidak urgen- tidak mendesak- tidak penting. Manfaatnya juga minim dibanding dengan besarnya biaya.

Selain itu ada penambahan warga miskin ( sesuai data program sembako 2020 dan perluasan) 20.605 jiwa. Atau totalnya lebih dari 55.000 jiwa .Diperkirakan sekitar 12.000 pelaku UMKM di Kudus juga ambyar gegara Covid-19.

Trotoar dan jalan aspal di depan LP Kudus 

Ironisnya lagi Pemkab Kudus sampai sekarang belum pernah membeberkan secara terbuka, tentang rincian pemasukan dana untuk penanggulangan Covid-19, maupun rincian penggunaannya. Padahal jika mau, setiap hari bisa dibuatkan jurnal pembukuannya dan diumumkan- disebarkan melalui saluran informasi resmi milik pemerintah maupun media sosial.

Data yang pernah diungkapkan Kantor Inspektorat dana penanganan Covid-19 mencapai Rp 130 miliar dan konon baru terpakai 15 – 20 persen saja. Namun pihak Inspektorat juga belum pernah membeberkan secara rinci dan terbuka tentang “angka” tersebut.

Sampai dengan Selasa sore (22/9/2020) sebagian jalan Sunan Kudus ( sejak dari Alun Alun Simpan Tujuh- Jembatan Kali Gelis), sudah mulai “diacak-acak”. Dua alat berat dan puluhan pekerja dikerahkan. Akibatnya warga dan pemilik aneka usaha di sepanjang jalan tersebut terganggu aktvitasnya.(grace)

0 Komentar

0 Komentar