Peristiwa Amangkurat V Melawan VOC dan Sekutunya di Pecinan

Tirtanews.id - Sri Susuhunan Amangkurat V merupakan salah satu tokoh yang berperan penting atas peristiwa Geger pecinan bersama Pangeran Samber nyawa. dalam peristiwa tersebut amangkurat V bersama kapitan sepanjang dan pangeran sambernyowo mengobarkan perlawanan sengit terhadap voc di wilayah mataram.yakni dengan bantuan rakyat tionghoa dan rakyat pribumi.

Para pemberontak ini (Persekutuan Pribumi dan Tiongkok) menobatkan RM Gerendi sebagai sunan kartasura bergelar Sunan Amangkurat V Senopati Ing Ngalogo Ngabdulrohman Sayyidin Panotogomo pada 6 april 1742 di kadipaten Pati.ketika itu beliau baru berusia 16 Tahun.diapun di anggap rajanya orang jawa dan tiongkok.

Pengangkatan Amangkurat V sebagai simbol perlawanan rakyat yang dikhianati Pakubuwana II yang bersekutu dengan VOC.

Perlawanan sunan kuning berlangsung terus menerus, markas voc di semarang di gempur dan pada puncaknya berhasil menggempur kartosuro yang mengakibatkan Pakubuwono II melarikan diri ke Ponorogo.

Terhitung 1 juli 1742 sunan kuning bertahta di kartosuro menggantikan pakubuwono II .pengangkatan beberapa panglima perang andalan pun di lakukan.

Segera setelah itu sunan kuning 1200 prajurit gabungan pribumi dan tionghoa di pimpin R Mas Said dan singseh menggempur pasukan VOC di welahan jepara. Namun sayang serangan VOC dari berbagai sudut berhasil memukul mundur pasukan sunan kuning.

Pada November 1742 keadaan semakin tidak berpihak kepada sunan kuning.kartosuro di serang tiga penjuru cakra ningrat IV dari arah bengawan solo paku buwono II dari ngawi dan pasukan VOC dari Ungaran dan Salatiga.

Ini Yang mengakibatkan sunan kuning meninggalkan keraton.hingga akhir perjalananannya.tejadi pada september 1743  sunan kuning tertangkap dibawa ke semarang lalu ke batavia hingga akhirnya diasingkan ke Sri Lanka.

Adapun petilasan beliau ada di kota semarang bagian barat. di atas sebuah bukit kalibanteng. Namun sayangnya pada era 1960an dijadikan lokalisasi pelacuran, Naudzubillahimindalik.

Penulis Edy Kurniawan

Editor : Adam Seina

0 Komentar

0 Komentar