Proses Pembuatan Batu Bata, Kerasnya Batu Bata Sekeras Proses Pembuatanya


Tirtanews.id - KUDUS, Untuk mendirikan bangunan baik rumah, toko maupun pabrik atau bangunan lainnya kalau di Jawa Tengah masih menggunakan salah satu bahan bangunannya adalah "BATA MERAH" walau saat ini sudah ada bahan bangunan alternatif yakni batako.

Bukan tidak beralasan masyarakat masih tertarik dengan bata merah ,antara lain di samping kuat juga sangat mudah untuk memasangnya, terlepas dari sisi kuatnya, sebagian masyarakat Jawa khususnya menganggap salah satu cara nguri - uri budaya Jawa.

Adapun untuk proses pembuatan bata merah cukup memerlukan waktu ,tenaga dan bahan baku lainnya.

Proses awal pembuatan bata adalah dengan merendam tanah dalam kubangan / luangan dibiarkan sampai sehari agar tanah menjadi anos/empuk kemudian di injak - injak setalah diperkirakan rata kemudian di kecrek pakai pacul dan diinjak lagi sampai halus .


Setelah halus mulailah mencetak bata merah dengan hamparan yang luas dan kena sinar matahari ,setelah 2 - 3 hari barulah di ketik/atau dirapikan pinggirnya agar bentuk bara rapi dan simetris.


Kemudian setelah di ketik/dirapikan baru di sigir/atau ditata miring untuk proses pengeringan kira - kira memerlukan waktu kurang lebih satu Minggu.

Baru setelah batanya kering masuk gudang pembakaran atau dilinggo dengan disela - sela lingga bata itu dikasih ruang untuk berambut atau kulit gabah sebagai bahan bakar dan proses pembakaran.


Proses pembakaran sendiri paling tidak memerlukan waktu sampai 2 Minggu agar hasil pembakaran bata benar - benar matang luar dalam.

Sekali pembakaran bata merah kurang lebih sampai 10.000 ribu jumlahnya.

Kalau kita ikuti dan kita amati dari proses membuat bata merah dari persiapan membuat labur sampai membakar cukup memakan waktu lama dan proses yang menghabiskan tenaga,istilah orang kuno   " BOTO" abot - abot di toto.dan harga seribu bata merah setelah matang cuman Rp 730.000 per seribunya.


Melihat hiruk pikuknya rasanya tidak etislah kalau kita membeli bata harus ditawar - tawar ,tidak seimbang nilai jual bata merah dengan tenaga yang dikeluarkan begitu kata Rahmat sang pembuat bata di Dukuh Tuang Desa Kedungdowo Kaliwungu.

0 Komentar

0 Komentar