Sejarah Keraton Kartosuro Kabupaten Sukoharjo Jawa Tengah Tempoe Doeloe


Tirtanews.id - Terletak di Kabupaten Sukoharjo Jawa Tengah, Dusun Ngadirejo memiliki sebuah kenangan kelam, disana terdapat sisa sisa bangunan megah istana atau Keraton Kartosuro.

Sebagaimana di ketahui bahwa Kerajaan Mataram Islam pernah berpindah pusat pemerintahan beberapa kali, Keraton kartosuro merupakan istana ke keempat Mataram Islam setelah Kotagede, Kerto dan Pleret yang ketiganya berada di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.

Meskipun peninggalan Keraton kartosuro saat ini masih ditemukan namun peninggalan yang paling jelas adalah benteng keraton bagian dalam atau disebut bagian Sri Manganti.Sementara bagian yang lain telah beralih fungsi menjadi kompleks pemakaman dan rumah penduduk ataupun fasilitas umum lainnya.

Ada dua peninggalan yang masih bisa di temui atau di napak tilasi di dalam benteng sri manganti Keraton Kartosuro.

Yang pertama adalah situs kamar tidur raja terdapat dinding tembok yang jebol yang merupakan saksi bisu dari Geger Pecinan yaitu pemberontakan orang orang tionghoa dan masyarakat anti VOC terhadap Sunan Paku Buwono II. Benteng yang jebol atau yang juga disebut sebagai Jebolan Pecinan saat ini masih bisa dijumpai.

Meski demikian, lubang sudah ditambal oleh dinding baru. Salah satu tujuannya adalah agar situs Keraton Kartasura tidak semakin rusak oleh orang orang yang tidak bertanggung jawab.

Sementara itu, peninggalan lain yang bisa ditemukan ada di sisi luar Benteng Sri Menganti. Peninggalan itu berupa benteng bagian luar atau Benteng Baluwarti. Kini peninggalan Benteng Baluwarti sudah tidak terlalu tampak.

Sudah menjadi rumah warga dan fasilitas lain. hanya masjid Hastana Kartosuro saja yang masih tampak jelas.


Secara residual energi memang sangatlah indah untuk di telusuri, Hanya sedikit orang yang mengerti Istana Kartosuro ini.Kenapa di jadikan makam dan kenapa sedikit terlupa.Kebutulan saya dan teman saya RT Mei Joko Santoso sempat tanya tentang hal itu ke salah seorang penjaga makam tersebut.Konon


Pemberontakan pada tahun 1740 itu berhasil memorak porandakan Keraton Kartasura sampai sampai Sang Pakubuwana II melarikan diri ke Ponorogo. Para pemberontak kemudian mengangkat Raden Mas Garendi sebagai Amangkurat V.

Namun atas bantuan VOC, Pakubuwana II akhirnya berhasil menumpas pemberontakan dan merebut kembali Keraton Kartasura. Selain sudah hancur dan sudah pernah diduduki musuh, istana kerajaan pun kembali berpindah.

Lokasi keraton selanjutnya adalah di kawasan Kedung Lumbu berupa rawa-rawa yang ada di Hutan Sala atau Solo. Lokasi inilah yang kini menjadi Keraton Surakarta Hadiningrat.

Keraton Kartasura terbengkalai dan menjadi hutan kembali bernama Hutan Keraton. Tahun 1811 Atas perintah Raja Surakarta saat itu, dilakukan pencarian kembali terhadap Keraton Kartasura. Dan untuk menandai matinya sebuah keraton maka pada tahun 1816 dijadikan pemakaman.

Disimpulkan bahwa kartosuro memang mengalami masa suram namun bukan berarti harus di lupakan kita generasi bangsa ini berkewajiban nguri uri budaya salah satunya napak tilas budaya.napak tilas sejarah .

Jangan pernah melupakan sejarah..sekelam apapun sejarah itu pasti ada hikmahnya..

Rahayu Sagung Dumadi

#Ek

0 Komentar

0 Komentar