Gunung Gamping Tempat Munajat HamengKubuwono 1


Tirtanews.id - Situs Gunung Gamping, tempat bermunajat Pangeran Mangkubumi pasca perjanjian Giyanti tahun 1755 yang mana dalam perjanjian tersebut sang Pangeran berhak atas wilayah kesultanan Mataram bagian barat.

Sebelum karaton Ngayogyakarto berdiri , Pangeran beserta kerabatnya bermukim di daerah gunung Gamping yang saat ini berada di wilayah Kabupaten Sleman sebelah barat.tepatnya di jalan rajimin tridadi terletak sekitar 4 km dari pusat kota yogyakarta saat ini.

Dari gunung Gamping inilah pangeran Mangkubumi mengawasi pembangunan Karaton Ngayogyokarto Hadiningrat.

Meski bernama Gunung Gamping  bukan lantas berupa pegunungan gamping yang luas.Gunung gamping saat ini hanya menyisakan bongkahan besar  batu gamping dengan diameter 50 m dan ketinggian 10 m . Itu disebabkan pada era 1800 an pasa Hindia Belanda ada penambangan batu kapur secara besar besaran .Namun fakta sejarah mencatat, sekira tahun 1800 tersebut, berkembangnya industri gula di Yogyakarta disinyalir menjadi penyebab utama.

Ini karena setiap pabrik gula saat itu membutuhkan ratusan ton kapur yang dihasilkan dari bahan batu gamping dari Gunung Gamping ini.

Alhasil, aktivitas penambangan menjadikan luasan area Gunung Gamping terus menerus menurun.
Dari cerita yang berebdar, konon di atas bongkahan batu yang sekarang tersisa ini lah konon Pangeran Mangkubumi kerap bermunajat. Memohon petunjuk Yang Maha Kuasa ,

Tak sembarang orang menurut Sugito bisa dan diperbolehkan ke atas bongkahan batu gamping ini.

Hanya petugas kebersihan yang diperbolehkan ke atas untuk merawat dan membersihkan area batu dari tanaman liar. Itu pun dilakukan harus dengan sepengetahuan dan seizin pihak Keraton Yogyakarta. Tidak jauh dari petilasan gunung gamping juga masih tersisa benteng baluwarti keputren era Pangeran Mangkubumi / sultan hamengkubuwono I.

Hanya tersisa benteng baluwarti dan sumur tua selebihnya sudah berubah fungsi menjadi kebun warga dan sudah di apit banyak rumah warga.


Sejatinya situs gunung gamping ini boleh di bilang situs yang wajib di ketahui oleh generasi muda oleh budayawan muda.

Yang suka jejak spiritual lakukanlah napak tilas ke jejakjejak masa lalu, leluhur kita memiliki banyak peninggalan yang harus kita ketahui.

Jangan lupakan sejarah, dan jangan berhalusinasi..telusuri yang pasti pasti..

Rahayu Rahayu

Rahayu sagung dumadi

0 Komentar

0 Komentar