TPA Tanjungrejo Terancam Ambrol

TPA Tanjungrejo semakin rata dengan tanah dan mengancam bak air lindi

Tirtanews.id - Kudus, (Rabu,23/9/2020). Setelah dinyatakan tempat pembuangan akhir (TPA- baca sampah) Tanjungrejo tinggal bertahan selama tiga bulan. Kini muncul ancaman baru . TPA yang terletak sekitar 1,5 kilometer utara Kantor- Balai Desa Tanjungrejo Kecamatan Jekulo Kabupaten Kudus terancam ambrol pada saat musim penghujan. Terutama di dekat kolam/bak air lindi.

Bak air lindi, ini adalah tempat menampung air lindi, yaitu proses dekomposis sampah akibat proses mikrobia yang mengubahnya menjadi bentuk organik yang lebih sederhana. Air lindi tersebut dapat mencemari lingkungan yang ada di sekitar TPA Tanjungrejo dan dapat berdampak terhadap masyarakat sekitarnya. Umumnya air lindi memiliki kadar BOD dan COD yang tinggi .

Seputar bak air lindi tersebut- terutama di sisi kanan sudah “dibentengi” dengan tumpukan sampah yang telah dipadatkan dengan alat berat. Bahkan pada posisi Rabu tengah hari (23/9/2020) beberapa meter depan bak (sisi kanan), juga mulai ditimbuni sampah. Termasuk jalan masuk ke bak ini berserakan aneka jenis sampah. “ Kami mencoba menyiasati semampu kami. Jika perhitungan saya hanya bertahan tiga bulan(hingga akhir Oktober), sekarang saya perpanjang hingga akhir Desember. Itu sudah mentok,” tegas Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) TPA Tanjungrejo, Bambang Purnomo.

Ia menambahkan Sekretaris Daerah (Sekda) Kudus, Samani Intakoris, Sabtu pekan lalu (19/9/2020) juga telah meninjau TPA Tanjungrejo dan menjanjikan akan segera “menye;esaikan kasus” ini.

Nampaknya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) maupun DPRD Kabupaten Kudus maupun DPRD setempat menganggap enteng kondisi tempat pembuangan akhir (TPA) Tanjungrejo Kecamatan Jekulo.

Bupati Kudus”hanya” mengeluarkan peraturan bupati nomor 34 tahun 2020, tentang strategi pembangunan ekologi pengelolaan sampah menjadi emas ( Sadimas) melalui peran masyarakat di Kabupaten Kudus. Peraturan bupati (Perbub) ini ditanda-tangani Pelaksana tugas (Plt) Bupati Kudus, Hartopo , 23 Juli 2020

Sedang DPRD melalui Ketua dan sejumlah wakilnya “hanya” sempat meninjau dan meminta pihak dinas/instansi terkait segera mengusulkan untuk pembelian tanah guna perluasan lahan TPA Tanjungrejo.

Padahal menurut Bambang Purnomo, menjelang akhir Juli 2020 ia telah mengungkapkan dalam kurun waktu tiga bulan ke depan TPA Tanjungrejo sudah tidak akan sanggup lagi menerima pasokan sampah rata rata 130 ton setiap hari.

Dan pada posisi Rabu tengah hari (19/8/2020), atau 21 hari setelah Bambang mengungkapkan hal tersebut, kondisi TPA Tanjungrejo nampak jelas berbeda.Tumpukan sampah yang semula masih terlihat memanjang dari depan gerbang penimbangan sampah hingga di “gunung sampah bagian belakang. Kini sudah diratakan dengan tanah.

Itu artinya, lahan tempat pembuangan sampah sudah penuh- rata dengan permukaan jalan, sehingga tidak mungkin untuk ditimbuni sampah lagi. Pembuangan sampah terus terdesak mundur. Padahal jarak antara “gunung sampah” dengan pembuangan sampah saat ini tinggal beberapa puluh meter saja.

Bambang menambahkan, sejak tahun anggaran 2017, 2018 dan 2019 Dinas PKPLH Kudus telah mengajukan anggaran untuk biaya perluasan TPA Tanjungrejo. Namun selalu kandas di tengah jalan, entah apa penyebabnya.

Adapun lahan untuk perluasan TPA itu sendiri sebenarnya sudah tersedia. Yaitu di samping TPA dengan luas sekitar satu setengah hektar. Dengan status tanah milik warga/ desa. “Jika memang sudah dianggarkan secepatnya bisa segera “nego” dengan pemilik lahan. Selain itu juga sekaligus anggaran untuk pembangunannya “ ujarnya.( grace)

0 Komentar

0 Komentar