17 Unit Lapak PKL Mangkrak Dibangun Sejak 2014, Biaya Rp 75 - Rp 170 Juta/Unit

Lapak PKL Desa Besito tampak dari depan

Tirtanews.id - Kudus, (Kamis, 1/10/2020). Sebagian besar lapak pedagang kaki lima (PKL), yang dibangun dengan uang rakyat melalui Anggaran Pembangunan Belanja Daerah (APBD) Kudus 2014 mangkrak - tidak berfungsi. Sampai sekarang tidak pernah ada upaya untuk menelusuri penyebab, penanggung jawab hingga solusinya. Dibiarkan begitu saja, sehingga berubah menjadi kumuh dan tidak sedap dipandang mata.

Padahal jumlah lapak PKL tersebut sebanyak 17 unit dan tersebar di sejumlah desa di berbagai kecamatan. Biaya per lapak , bervariasi. Dari yang “terpendek”, yaitu 7 unit biayanya Rp 75 juta. Sedang 9 unit (Rp 98 juta), 17 unit ( Rp 117 juta) dan terpanjang 20 unit biayanya Rp 170 juta.

Lapak PKL Desa Besito di samping barat

Menurut Kepala Dinas Perdagangan ,Sudiharti : kepala desa yang harus bertanggung jawab, karena pembangunan itu atas usulan mereka. Awalnya, Pemkab Kudus membantu pembangunan lapak PKL di 22 desa, tapi lima desa batal menerima bantuan tersebut. Ke-5 desa itu adalah Desa Rendeng (Kecamatan Kota), Jati Kulon (Kecamatan Jati), Papringan dan Karangampel (Kecamatan Kaliwungu), dan Colo (Kecamatan Dawe).(Grace)

0 Komentar

0 Komentar