Citywalk Senilai Rp 14,3 Miliar, Pohon Penghijauan Dibabat Habis, Trotoar Dibongkar Dobel Pembuangan Air

Trotoar, pohon pengijauan, tiang telepon, tiang listrik disikat alat berat

Tirtanews.id - Kudus, (Jumat, 2/10/2020). Puluhan tenaga kerja dan sejumlah alat berat, sepanjang Jumat (2/10/2020) melakukan misi “penghancuran” jalan, trotoar dan pohon penghijauan di Jalan Sunan Kudus bagian selatan/kiri dari arah Alun Alun Simpang Tujuh Kudus.

Berdasarkan pengamatan Tirtanews pembuatan atau lebih tepatnya pemasangan cetakan saluran air dan nantinya ditutup dengan cetakan beton di bagian kanan, kiri, atas, seakan tidak ada manfaatnya. Sebab disampingnya sudah terbangun gorong gorong juga dari beton.

Baca JugaPembangunan Citywalk Kudus Senilai Rp 14,3 Miliar Menggunakan Besi Karatan, Pemasangan Kanstin Tidak Sesuai Aturan

Tidak terlihat adanya lobang, tempat pembuangan air menuju gorong- gorong. Tidak menyatu . Sehingga nampak hanya beriringan saja dan semuanya menuju satu titik pembuangan di Kali Gelis.

Baca Juga : Proses Pembangunan Citywalk Kudus Penyangga Beton Hanya Triplek

Kecuali itu, di pojok tembok Lembaga Pemasyarakatan (LP) sebelah barat, nampak pembangunan saluran air sengaja dibelokkan (tidak lurus) Sebab harus menabrak satu tiang listrik yang di bagian bawah terpasang sebuah”almari peralatan teknis” dan bangunan rumah yang belum/tidak mau mundur/diundurkan sesuai peraturan daerah tentang pelebaran jalan.

Pembangunan saluran air Citywakkl kudus

Terlihat pula sejumlah tiang listrik/tiang telepon, tiang reklame dan pohon penghijauan yang tepat berada di saluran air. Sedang sebgian besar “alas trootar” yang terbuat dari keramik dengan warna dominan kuning sebagian besar sudah dikelupas habis.

Tiang listri sakti- saluran air terpaksa dibelokkan.

Trotoar yang baru beberapa tahun dibangun dan sering menimbulkan kecelakaan. Terutama pada musim hujan karena terlalu licin ini nyaris tidak pernah dimanfaatkan pejalan kaki. Itu tidak hanya di Jalan Sunan Kudus, tetapi hampir seluruh jalan di wilayah kabupaten Kudus bernasib sama.

Baca Juga : Drainase di Kabupaten Kudus “Nyaris” Tidak Pernah “Diurus”

Pembangunan gorong gorong di Jalan Sunan Kudus sebenarnya bermasalah sejak awal, karena ada sebagian rumah/bangunan milik warga yang tidak mau mundur/diundurkan sesuai peraturan daerah(perda). Akibatnya gorong gorong itu tidak lurus memanjang, melainkan di sejumlah titik berbelok. Terutama di seputar perempatan pekojan.

Baca Juga : Belum Terjawab, Kenapa Dibangun Lagi Saluran Air Di Jalan Sunan Kudus

Misi yang dibiayai sebesar Rp 14,3 miliar sudah dimulai sejak 1 September dan harus selesai dalam waktu 110 hari kerja. Dengan pelaksana KSO PT Putra Mas Indah Baroe dan PT Tri Mega Indah. Dalam rangka mewujutkan program penggedhe di jajaran Pemkab Kudus dengan sebutan “mentereng” citywalk jalan sunan Kudus dan mengacu (jiplak)Malioboro Jogja.(Grace)

0 Komentar

0 Komentar