Dana Cukai Harus Tepat Sasaran Belum Ada Laporan Pertanggung-jawabannya

ilustrasi uang

Tirtanews.id - Kudus (Senin, 19/10/2020). Penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) harus tepat sasaran dan bermanfaat bagi masyarakat pada umumnya. Oleh karena itu segenap jajaran Perkumpulan Pabrik Rokok dan Petani Tembakau (P2RPTI) akan mengawal secara ketat. Khususnya di Kabupaten Kudus yang memperoleh DBHCHT terbanyak se Jawa Tengah tahun 2020, sebanyak Rp 158, 1 miliar.

Hal itu ditegaskan Supirin, selaku anggota Dewan Pengawas Nasional (DPN) bidang kerjasama antar lembaga dan pemerintahan P2RPTI, saat ditemui di kantor cabang P2RPTI Kabupaten Kudus, Senin (19/10/2020). “Itu adalah salah satu dari tujuh misi kami, Kami menengarai penggunaan DBHCHT di Kudus banyak terjadi “kebocoran “ di sana sini,”

Supirin

Menurut peraturan menteri keuangan (PMK) no 7 /2020, alokasi DBHCHT adalah untuk (1) peningkatan kualitas bahan baku (2) pembinaan industri (3) lingkungan sosial ( 4) sosialisasi kebutuhan di bidang cukai dan (5) pembrantasan barang cukai illegal.


Lalu menurut Kepala Biro Perekonomian Setda Provinsi Jawa Tengah, Eddy Sulistyo Bramiyanto, dalam tahun anggaran 2020, Proviinsi Jateng memperoleh DBHCHT sebanyak Rp 748,3 miliar. Atau naik Rp 34,9 miliar dibanding tahun 2019.

Dana tersebut minimal 50 persennya akan dialokasikan untuk pembinaan lingkungan sosial dalam bidang kesehatan. Seperti menurunkan angka prevalensi stunting dan mendukung program kesehatan bagi masyarakat.

Dari total Rp 748,3 miliar tersebut, dibagi untuk Pemprov Jateng sebanyak 30 persen atau Rp 224,5 miliar.Lalu 40 persen untuk kabupaten/kota penghasil cukai dan tembakau dan 30 persen untuk kabupaten/kota “non” penghasil cukai-tembakau. Kabupaten Kudus merupakan kabupaten/kota dengan perolehan tertinggi, yaitu Rp 158.113.000.000,-.(Grace)

0 Komentar

0 Komentar