Di Terminal Wisata Bakalan Krapyak Latihan Stir Mobil dan Sepeda

Mobil Suzuki K 3272 BB saat berputar putar di areal  parkir komplek terminal Bakalan Krapyak

Tirtanews.id - Kudus, (Jumat, 9/10/2020). Terminal wisata Bakalan Krapyak disinyalir dimanfaatkan untuk latihan stir mobil, ketangkasan bersepeda, olahraga ringan, hingga jalan pintas. Termasuk tempat berteduh sambil “ rekreasi cuci mata”.

Jumat (9/10/2020) sekitar pukul 10.30 WIB, saat Tirtanews mengunjungi terminal tersebut dalam kondisi sepi. Tidak nampak satu pun bus wisata yang diparkir. Begitu pula tempat mangkal ojek motor maupun becak, hanya bisa dihitung dengan jari.

Baca JugaTangis, Ratusan Pengojek Di Terminal Wisata Bakalan Krapyak

Khusus lokasi parkir yang dibangun pada tahun anggaran 2014, yang berdekatan dengan pagar pekarangan komplek rumah susun sederhana sewa (Rusunawa), justru sedikit “ramai”.

Beberapa anak laki laki beberapa kali mempertontonkan kebolehannya dalam mengendarai sepedanya. Sebuah mobil Suzuki warna hijau bernomor polisi K 3272 BB, beberapa kali mengelilingi lahan parkir yang luasnya hampir menyamai lapangan sepakbola. Dengan kecepatan kurang dari 20 kilometer per jam Tidak terlihat pengemudinya, karena tertutup kaca gelap. Hampir dipastikan pengemudinya baru berlatih nyopir.

bermain dengan sepeda onthel di pelataran parkir terminal bakalan krapyak

Sedang sepasang suami isteri paruh usia, juga nampak berolahraga dari tepi sebelah selatan hingga tepi sebelah utara. Dengan gerakan kaki dan tangan ala kadarnya. Lalu di sekeliling areal parkir yang ditumbuhi banyak tanaman penghijauan dan di setiap pohon “disemen” keliling untuk tempat duduk, juga terlihat sejumlah warga duduk santai “menikmati” udara segar sambil “cuci mata”.

Kondisi terminal Bakalan Krapyak tersebut mencerminkan, betapa sepinya wisata/ peziarah yang hendak mengujungi komplek Masjid Menara Makam Sunan Kudus. Pihak Dinas Perhubungan merugi karena minimnya pendapatan retribusi. Sedang ratusan pedagang kaki lima, pengojek, tukang becak dan sebagainya yang selama ini menggantungkan hidupnya dari terminal wisata ini, sebagian besar kehilangan sumber penghasilan.(Grace)

0 Komentar

0 Komentar