Diduga Pengadaan Mebel DAK Kudus “Diborong” Oknum Kepala Sekolah

Ilustrasi meja sekolah

Tirtanews.id - Kudus, (Senin, 26/10/2020). Pengadaan mebel dengan sumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Kabupaten Kudus untuk tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) diduga “diborong” oknum Kepala Sekolah. Tanpa melalui lelang. Cukup dengan penunjukan/ kesepakatan. Hal ini tidak sesuai /menyalahi peraturan menteri pendidikan kebudayaan (Mendikbud) I/2019 tentang petunjuk operasional DAK bidang pendidikan. Atau lampiran peraturan presiden (Perpres) nomor 141/ 2018. Mebel itu sendiri antara lain berupa meja, kursi,rak/almari.

Kepala Sekolah (Kepsek) SD I Tanjungkarang Kecamatan Jati (Kudus), Widodo yang ditemui di ruang kerjanya membenarkan jika dia yang mengerjakan pengadaan mebel DAK 2020. “Tetapi tidak seluruhnya. Hanya sebagian saja,” ujarnya tanpa bersedia menyebutkan berapa SD/SMP yang dipasok darinya.

Hanya saja, semua mebel/perabot yang dikerjakan berdasarkan Rencana Anggaran Belanja (RAB). Termasuk bahannya juga dari kayu jati dan bentuk-ukurannya juga disesuikan dengan permendikbud I/2019.

Widodo juga tidak bersedia menjelaskan apakah semua mebel yang ditangani sudah seluruhnya selesai 100 persen dan sudah diserahkan kepada SD/SMP yang berhak.

Widodo Kepala sekolah SD I Tanjungkarang

Menurut permendikbud 1/2019, antara lain disebutkan pengadaan mebel diberikan kepada setiap rehab prasarana belajar , yaitu ruang kelas, pembangunan ruang kelas baru , pembangunan ruang pusat pendidikan dan ruang perpustakaan.

Berdasarkan data yang diperoleh Tirtanews, tidak ada rincian jumlah pengadaan mebel, tetapi menjadi satu kesatuan dengan biaya rehab atau pembangunan baru. Namun yang pasti, total biaya rehab atau bangunan baru berkisar antara Rp 50 juta hingga sekitar Rp 350 juta/sekolah/unit/ruangan. (Grace)

0 Komentar

0 Komentar