Kebun Raya Mini Di Makam Syekh Sadzeli Rejenu

pintu gerbang makam Syeh Sadeli

Tirtanews.id - Kudus, (Minggu, 11/10/2020). Sungguh asri dan menawan komplek air tiga rasa dan makam Syekh Sadzeli di Dukuh Rejenu Desa Japan Kecamatan Dawe Kabupaten Kudus. Bagai kebun raya mini.

Ini cukup berbeda dengan panorama komplek Makam dan Masjid Sunan Muria. Yang sejak pintu gerbang hingga menjelang pelataraan komplek dijejali puluhan pedagang kaki lima.

Baca JugaAnggur Asia Hingga Elang Jawa Berada di Gunung Muria

Betapa tidak! Komplek yang tidak begitu luas ini penuh dengan aneka jenis tanaman, pohon dan bunga. Saat musim tanaman kopi berbunga, bau harum semerbak terbawa semilir angin Disamping kanan, kiri dan belakangnya adalah hutan yang ada di kawasan Gunung Muria. Ada pula sebuah sungai kecil yang tidak begitu deras airnya. Menjelang gerbang makam terlihat sebuah papan nama ukuran besar bertuliskan: Selamatkan Hutan Kita. Jangan membuang sampah sembarangan.

Undhak undhakan menuju gerbang makam Syekh Sadzeli

Menjelang komplek makam dan masjid, terlihat sebuah padureksa dan candi bentar. Padureksa adalah bangunan berbentuk gapura yang memiliki atap penutup, yang lazim ditemukan dalam arsitektur kuno dan klasik di Jawa dan Bali.

Baca JugaMencicipi Air Tiga Rasa di Bunton dan di Rejenu

Kegunaan bangunan ini sebagai pembatas sekaligus gerbang akses penghubung antarkawasan. Sedang Candi bentar: sebutan bagi bangunan gapura berbentuk dua bangunan serupa dan sebangun tetapi merupakan simetri cermin yang membatasi sisi kiri dan kanan pintu masuk. Bangunan semamacam ini banyak dijumpai di Pulau Jawa, Bali, dan Lombok.

Pada dinding gapura terdapat lima “piring” besar warna jambon. Masing masing ada lukisan sulur suluran dan bunga disertai tulisan berhuruf Jawa dan Arab.

Tulisan dengan huruf Jawa di salah satu gaoura makam Syeh Sadeli Rejenu Japan Dawe Kudus

Konon Makam Syekh Sadzali Rejenu ini ditemukan tiga orang musafir dari Arab yang mencari leluhurnya setelah mendapat petunjuk dari seorang tua. Menurut Habib Luthfi Pekalongan ,asal-usul Syekh Sadzali diduga dari Arab dan hidup sebelum jaman wali songo.

Baca Juga : Ngopi di Moro Miri Sembari Menatap Gunung Muria Tempat Untuk Ngadem, Nyantai dan Mejeng

Sebelum memasuki gapura, terlihat jalan undhak undhakan yang lumayan melelahkan saat “dinaiki dan dituruni”. Namun udara segar panorama indah alami kelelahan itu bagai sirna dengan sendirinya. (Grace)

0 Komentar

0 Komentar