Liga Dibatalkan, Uang APBD Untuk Apa Ya

Liga dibatalkan dana cair dibuat apa semua ya

Tirtanews.id - Kudus, (Senin, 5/10/2020). Liga dibatalkan, dana cair, APBD Persiku dibuat apa semua ya !!!???. Itulah salah satu dari tujuh tulisan singkat di selebaran yang ditempelkan di sejumlah lokasi strategis di kota Kudus, Minggu malam (4/10/2020).

Tidak diketahui siapa yang menulis dan membuat selebaran tersebut. Namun melihat materi tulisan yang tersaji, cukup menggelitik. Sebuah ungkapan kekecewaan terhadap Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), Asosiasi kabupaten (Askab/PSSI ) dan manajer Persiku Liga 3.

Baca JugaKoni, Askab, Manejemen, Ora Becus

Persiku Liga 3 dengan manajer Sunarto, telah memperoleh gelontoran dana dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kudus 2020, melalui Askab Kudus tahap pertama Rp 400 juta.

Uang tersebut menurut Sunarto antara lain dipergunakan untuk membayar mess Persiku sebesar Rp 50 juta, seleksi pemain dan sebagainya. Lalu diberikan dana lagi tahap kedua Rp 500 juta ( juga melalui Askab). Kemudian yang paling akhir, diguyur dana tahap ketiga Rp 800 juta. Dana ini konon berasal dari APBD Kudus 2020 Perubahan. Totalnya Rp 1,7 miliar.

Persiku uang di mata kalian

Kelompok pembuat selebaran menilai dana yang diterima manajer untuk membiayai Persiku Liga tiga cukup besar dibanding dengan peserta Liga tiga daerah lain. Padahal menurut informasi dari media sosial (medsos), PSSI sampai sekarang belum memutuskan apakah Liga tiga Indonesia digulirkan atau dihentikan.

Baca Juga : Sepakbola Hampir Mati di Kota Industri

Namun yang pasti untuk Liga satu dan Liga dua, terutama Liga satu yang telah terjadwal akan digulirkan awal Oktober di sejumlah kota di Jawa untuk sementara dibatalkan. Sebab pihak markas besar (Mabes) Polri tidak mengijinkan gegara kondisi negara tengah dilanda Covid-19.

Persiku dibenci namun APBDNYA dinanti

Dengan kondisi riil semacam itu, para suporter hingga komunitas bola-khususnya Persiku Macan Muria merasa perlu untuk mengkritisi Apalagi dalam urusan uang dibanding untuk urusan prestasi, para pemangku kepentingan terkait sepakbola lebih sering lebih dikedepankan.

Mereka mengungkapkan melalui selebaran yang berbunyi : Persiku = uang di mata kalian. Persiku dibenci namun APBDnya dinanti.(Grace)

0 Komentar

0 Komentar