Melestarikan Omah Londo

Omah Londo di Jalan Sunan Kudus depan sebrang komplek Lembaga Pemasyarakatan Kudus

Tirtanews.id - Kudus, (Jumat, 2/10/2020). Setelah Omah Mode di Jalan Achmad Yani berpindah kepemilikan, pasangan suaimi isteri Handojo Wibowo – Lisya Santoso membuka usaha baru. Tetap memakai “merek dagang” Omah Mode. Namun lebih memusatkan usahanya di bidang kuliner. Lokasinya di tepi jalan raya wisata Kudus- Colo, masuk wilayah Desa Kajar Kecamatan Dawe.

Sejak sekitar tiga bulan terakhir, pasangan suami isteri (pasutri) membuka usaha di bidang yang sama di rumah kuno di Jalan Sunan Kudus. Depan seberang jalan komplek Lembaga Pamasyarakatan (LP). Dengan nama Omah Londo.

Teras depan Omah Londo untuk  pengunjung

Rumah itu memang dibangun di masa pemerintahan Belanda sekitar tahun 1836 dan sudah dtetepkan sebagai cagar budaya. “Kami berusaha untuk tetap merawat dan melestarikan rumah ini dengan cara kami sendiri. Ini wujut kecintaan kami terhadap cagar budaya,” tuturnya.

Baca JugaCagar Budaya : Omah Mode , Berganti Pemilik dan Penampakan

Handoyo dan Lisya menutup pintu dan jendela bagian depan rumah dengan aneka jenis foto, lukisan lama, sejumlah buku, ruang kasir serta aneka bentuk asesoris. Sedang sebagian besar halaman depan yang tidak begitu besar tersebut dipenuhi aneka jenis meja kursi dan perabotan lain untuk para tamu. Khusus di bagian depan sisi kanan sebagian pagar tembok dijebol untuk pintu kedua ( pintu pertama-aslinya berada di bagian depan sebelah kiri).

Bagian depan Omah Londo  ditutupi dengan aneka macam lukisan, foto dan penyekat untuk ruang kasir

Sedang menu makanan dan minuman cukup banyak. Tinggal pilih dan harganya juga tidak tergolong mahal. Beda yang menonjol rumah keluarga ini adalah cagar budaya yang masih utuh. Mungkin akan lebih menarik ketika pasangan suami isteri ini memperlihatkan foto, data atau dokumen lain tentang Omah Londo itu sendiri.(Grace)

0 Komentar

0 Komentar