Memupuk Dendam Pada PKI

Museum (monumen) Pancasila Sakti

Tirtanews.id - Kudus, (Kamis, 1/10/2020). Bangsa Indonesia katanya pernah dijajah oleh bangsa Belanda selama 350 tahun dan juga dijajah oleh bangsa Jepang selama 3,5 tahun dengan penuh penderitaan. Apakah bangsa Indonesia menyimpan dendam kesumat pada bangsa Belanda dan Jepang yang telah menjajah, membunuhi rakyat, dan membuat mereka sengsara? Tidak. Itu masa lalu. Kini bangsa Indonesia bahkan bekerja sama dengan mesra dengan ke dua bangsa penjajah tersebut. Mereka seolah sudah lupa bahwa kakek moyang orang Belanda dan Jepang tersebut telah membuat kakek moyang bangsa Indonesia tertindas dan sangat menderita.

Tentu saja kita tidaklah lupa, tidak akan melupakan, dan akan terus mengingatkan semua anak-anak kita. Kita mengingatkan anak-anak kita dalam pelajaran sejarah. Tetapi sejarah adalah sejarah. Kisah tentang masa lampau. Sejarah permusuhan di masa lampau tidak perlu diteruskan dan rasa dendam dan permusuhan perlu dikubur saja. Sekarang kita mengajarkan anak-anak kita untuk bersama-sama dengan bangsa mana pun menatap masa depan, yaitu dengan bekerjasama mengupayakan kesejahteraan dan kemakmuran bersama dalam suasana penuh kedamaian. Bahkan kepedihan dan kekejaman perang antara bangsa Indonesia dengan Timor Leste yang baru saja berlalu juga sudah dilupakan. Saya berkunjung ke Timor Leste baru-baru ini dan sama sekali tidak melihat dan merasakan sedikit pun rasa dendam mereka kepada bangsa Indonesia. Begitu juga sebaliknya. Alangkah indahnya dan tentramnya perdamaian di antara dua bangsa ini. 🙏

Tapi anehnya ada orang-orang tertentu yang terus menerus menyimpan dan mengobar-ngobarkan kebenciannya pada PKI. Seolah PKI itu jauh lebih jahat daripada para penjajah. Padahal korban keganasan dan kekejian PKI itu jauh lebih sedikit ketimbang korban orang yang dituduh menjadi anggota PKI. Kita tidak pernah memperingati dan mengingat-ingat kekejaman dan kekejian para penjajah. Kita tidak membuatkannya film khusus agar bangsa Indonesia tidak pernah melupakan penjajahan tersebut. Tapi kita membuatkan sebuah film khusus untuk mengenang kekejaman PKI. Lalu kita mewajibkan siswa kita untuk menontonnya SETIAP TAHUN. Coba pikir baik-baik. Apa sebenarnya yang hendak dimasukkan ke dalam benak anak-anak kita itu...?! Kita hendak MENANAMKAN KEBENCIAN pada otak anak-anak kita dan itu kita perkuat SETIAP TAHUN. 😠

Kita jelas benci pada penjajahan. Tapi kita tidak memperingati kekejaman penjajah Belanda dan Jepang dengan membuatkan film khusus yang kita wajibkan untuk ditonton. Kita memperingati KEMERDEKAAN kita dari penjajahan tersebut. Kita mengajarkan bangsa kita untuk BERSYUKUR. Kita tidak memupuk dan menyisakan kebencian meski tetap mengingatnya sebagai sejarah. Tapi anehnya ada orang-orang tertentu yang ingin agar kita MEMPERINGATI KEKEJAMAN PKI dan memupuk kebencian tersebut setiap tahun. Sementara itu mereka menutup mata bahwa bangsa kita melakukan kekejaman yang sama dengan jumlah korban yang jauh lebih besar pada orang-orang yang kita tuduh sebagai anggota atau simpatisan PKI.

Jangan lupa sejarah, katanya. Tentu saja kita tidak akan lupa. Tapi apa agenda kalian pada potongan sejarah yang kalian pilih untuk rekayasa itu? Jelas sekali bahwa menanamkan kebencian terus menerus ke dalam benak anak bangsa kita adalah sebuah PERBUATAN KEJI yang merusak kehidupan berbangsa kita. 😠

Bertobatlah wahai manusia-manusia pemecah belah persatuan bangsa. 🙏

Surabaya, 1 Oktober 2020.Salam Satria Dharma (Grace)

0 Komentar

0 Komentar