Nonton Latihan Burung Berkicau

Ilustrasi Latihan Burung - agromedia.net

Tirtanews.id - Kudus, (Minggu, 4/10/2020). Burung pun perlu dan harus mengikuti latihan rutin, uji coba- latih tanding sebelum terjun mengikuti lomba daerah hingga Lomba Burung Berkicau tingkat nasional. Jika ingin meraih predikat sang juara.

Di Kudus sejak awal 2013, sudah dimulai latih tanding secara rutin terutama hari Minggu. Menggunakan arena latihan di seputar komplek pemakaman Desa Kaliputu, pekarangan rumah Kristanto perumahan PT Djarum Getas Pejaten dan pekarangan rumah Daru Handoyo sekitar 100 meter timur Stadion Wergu Wetan.

Jumlah peserta ( burung) puluhan ekor dan penontonnya juga cukup banyak. Sebab, tidak hanya sebagai tempat hiburan semata. Melainkan juga bisa dijadikan pembelajaran banyak pihak yang ingin tahu lebih banyak tentang “dunia” burung. Terlebih jika dihubungkan dengan pelestarian satwa langka.

Arena latihan yang luasnya hampir sama dengan luas lapanan bola voly . Dikerumuni para pemilik burung yang berteriak-teriak, sambil mengacungkan tangan. Bahkan sering berjingkrak-jingkrak untuk memberikan semangat kepada masing-masing “jagonya”.

Sedang tiga orang juri, Sinyo, Modje dan Topek, juga dengan serius mendengarkan kicauan dan gerakan masing-masing-masing burung selama sekitar 10 – 15 menit. Lalu melambaikan bendera kecil warna merah sebagai juara I, warna biru sebagai juara II dan warna hijau sebagai juara III.

Kristanto Nugroho yang selalu ditemani iaterinya, Maria, memiliki puluhan ekor burung dari berbagai jenis.Seperti Lebet, Cocak Hijau, Murai, Kacer dan Anis Merah.” Semua burung kami tersebut memang diproyeksikan untuk mengikuti lomba tingkat kabupaten, provinsi dan nasional. Jika mampu menembus juara tingkat nasional, maka harga jualnya bisa melejit paling tidak Rp 150 juta/ekor” tambahnya.

Menurut Sinyo, materi yang dilombakan terutama menyangkut suara dan gerakan-gerakan tubuh. Semakin lama burung tersebut berkicau non stop dan ditingkah-lakuhi dengan banyak gerakan atraktif, maka burung yang bersangkutan akan memperoleh nilai tinggi ( bendera warna merah). Selain menjadi terkenal, harga burung pun otomatis terdongrak,” ujarnya.

Kudus selain memiliki Pasar Burung di komplek bekas pasar hewan Jatiwetan, juga mempunyai gantangan (lokasi tempat bertanding/lomba) burung berkicau tingkat nasional di Komplek Museum Kretek Getas Pejaten. Lalu terdapat sejumlah komunitas kicaumania, dengan anggota ratusan orang. Antara lain Suryo Kusumo Bird Club (SKBC). Pernah menggelar lomba burung berkicau nasional 2014. (Grace)

0 Komentar

0 Komentar