Petembak Ikan Kutuk, Sumber Penghasilan dan Menyelamatkan Lingkungan

Sahid tengah membidik ikan kutuk dari jembatan SWD I (Foto Grace)

Tirtanews.id - Kudus (Kamis, 22/10/2020). Keputusan Sahid (35) penduduk Desa Setrokalangan Kecamatan Kaliwungu Kabupaten Kudus, untuk beralih hobi dari menembaki burung menjadi petembak ikan kutuk ternyata banyak sekali manfaatnya.

Tidak hanya semata-mata menjadi sumber pendapatan baru yang lumayan, tetapi juga menjaga- menyelamatkan lingkungan, hingga bermanfaat untuk kesehatan. “ Sudah enam tahun terakhir saya beralih berburu ikan kutuk dari sungai ke sungai.Setelah sulit sekali berburu aneka burung dan ternyata dalam banyak hal lebih menguntungkan,” ujarnya saat ditemui Tirtanews di rumahnya yang sederhana.

Sahid sehari-harinya bekerja sebagai buruh di bagian tembakau pabrik rokok terbesar di Kudus. Selepas pulang kerja atau ketika tidak ada pekerjaan di pabrik, ia mencari aneka jenis ikan dengan cara menyetrum melalui accu motor dan menembak ikan kutuk. “Hasilnya lebih banyak dengan cara menembak. Sebab, jika mendapatkan 3-4 ekor kutuk yang beratnya mencapai satu kilogram, saya bisa menjual dan laku Rp 50.000- Rp 60.000.

Sahid petembak ikan kutuk di rumahnya Desa Setrokalangan Kaliwungu Kudus (Foto Grace)

Saya tidak perlu berenang dan kungkum (berendam) di sungai, tapi cukup berdiri atau duduk di atas jembatan. Saya juga mulai beternak ikan kutuk . Ada puluhan ekor kutuk yang saya pelihara di pekarangan belakang rumah,’ ujar bapak dari dua orang anak ini sembari memperlihatkan aksi menembak di atas jembatan sungai SWD I.

Menjadi petembak ikan kutuk menurut dia tidak sulit. Cukup dengan sepucuk senapan angin kaliber 4,5 yang dibeli dengan harga Rp 400.000, ditambah teleskop seharga Rp 300.000, tinggal di modifikasi.

Peluru tajam dari bahan timah diganti dengan besi sebesar jeruji sepeda onthel, panjang sekitar 10 centimeter. Dibagian ujung runcing seperti tombak dan di bagian bawahnya tumpul berlobang kecil yang berfungsi untuk pengikat senar nylon. “Panjang senar sekitar 20 meter. Jika lebih panjang sering bundhet ( tidak terurai) sehingga “peluru” tidak sampai sasaran. Ketika “peluru” mengenai sasaran kita tinggal menarik saja. Tidak perlu mencebur ke sungai. 

Tapi jangan lupa pemasangan “pelurunya” harus sebelum senapan angin dipompa (dikokang), guna menghindari kemungkinan terburuk. Sasaran ikan kutuk pun mudah dikenali, karena jenis ikan ini pada umumnya lebih suka mengambang di permukaan air. Atau disela-sela tumbuhan air- seperti tumbuhan enceng gondok,” saran Sahid.


Menurut Sudardji, salah satu pengamat dan penyelamat lingkungan di Kabupaten Kudus yang ditemui terpisah, fenomena perburuan ikan kutuk di Kudus dan sekitarnya telah berjalan sekitar enam tahun terakhir.” Setelah puluhan hingga ratusan petembak liar kehabisan sasaran, yaitu aneka jenis burung yang mereka tembaki selama ini.Sebagian besar diantara mereka beralih memburu ikan kutuk, sehingga tanpa mereka sadari aneka jenis burung secara bertahap bakal pulih kembali populasinya,” tuturnya.

Selain itu para pemburu ikan dengan menggunakan cara setrum accu yang sebagian diantaranya juga beralih menjadi petembak ikan kutuk. Menjadikan aneka jenis ikan yang masih kecil-kecil terselamatkan. Menurut penelitian Prof. Dr. Ir. Eddy Suprayitno, MS, dari Universitas Brawijaya, Malang, ikan kutuk (bahasa Jawa)/ ikan gabus bahasa Indonesia dan bahasa latinnya :Channa setriata. Termasuk ikan predator. Berkepala seperti ular, sehingga di luar negeri biasa disebu snike fish. memiliki kandungan protein albumin tertinggi . 

Bila dibandingkan dengan sumber protein albumin dari ikan-ikan yang lain, seperti: ikan lele, ikan bandeng, ikan mas, ikan nila, dan lain-lain. Termasuk kadar proteinnya juga tertinggi dibandingkan dengan bahan pangan yang selama ini dikenal sebagai sumber protein seperti: telur, daging ayam, dan daging sapi.

Menurut Eddy, per 100 gram, kadar protein telur hanya 12,8 gram, daging ayam 18,2 gram, daging sapi 18,8 gram sedangkan ikan kutuk mencapai 25,2 gram. “Sangat jauh terpautnya. Nilai plus ikan gabus / ikan kutuk yang lain ialah ikan ini memiliki nilai cerna yang sangat baik yakni mencapai lebih dari 90%. Selain itu protein kalogen lebih rendah dibanding dengan daging ternak, yang menyebabkan tekstur dagingnya lebih empuk dibanding dengan yang lain” tuturnya.

ikan kutuk, ikan predator

Sedang menurut sumber lainnya yang dihimpun Tirtanews ada 15 khasiat untuk mengkomsumsi ikan kutuk. Antara lain penyembuhan luka pasca operasi, pencernaan, penyembuhan berbagai jenis penyakit,

Menjaga kesehatan ginjal, mengurangi pembengkakan, mengatasi stroke ringan fase akut, sumber protein, pembentukan dan pertumbuhan otot, sebagai sumber albumin. Meningkatkan berat badan, menjaga kesehatan tulang, menjaga keseimbangan cairan, sumber vitamin A dan cukup baik untuk ibu hamil serta janinnya.(Grace)

0 Komentar

0 Komentar