Tanah Ini Berstatus Hak Milik, Bentuk Protes Warga Atas Normalisasi Sungai Gelis

tanah hak milik warga desa pasuruhan lor

Tirtanews.id - Kudus, (Selasa, 6/10/2020). Pemilik tanah memasang “papan nama” bertuliskan : Tanah sepanjang jalur ini berstatus Hak Milik. Papan nama yang berukuran sekitar 1x 0,50 meter ini terpasang beberapa meter sebelah selatan jembatan Kencing, masuk wilayah Desa Pasuruhan Lor Kecamatan Jati (Kudus).

Sedang beberapa puluh meter utara jembatan yang berada di jalan lingkar selatan ini, nampak dua alat berat tengah dioperasikan mengeruk sungai Gelis. “Jadi sebelum pihak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali- Juwana maupun pelaksana pengerukan sungai menggusur tanah kami, maka kali lebih dahulu memberitahu lewat papan nama itu. Sekaligus bentuk protes kami,” ujar Kasrom, salah satu diantara sejumlah pemilik tanah yang ditemui Tirtanews.

sebagian sungai gelis yang tengah dikeruk dengn alat berat

Ia menambahkan “tanah sepanjang jalur ini” luasnya sekitar 40 “kotak”. Setiap kotak luasnya rata rata 1.200 meter. “Tanah itu sudah kami miliki secara turun temurun dan semuanya sudah bersertifikat yang dikeluarkan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Kudus. Jadi tanah tersebut tanah pribadi” tegasnya.

Baca JugaKasus Normalisasi Sungai Gelis Kades Pasuruhan Lor Takut Salah Ngomong

Masih menurut Kasrom, pihaknya sudah sempat bertemu dengan “pejabat” BBWS Pemali Juwaana, namun tidak memperoleh penjelasan yang lengkap. Salah satu yang diinformasikan menyangkut pelebaran sungai Gelis- rata rata 60 meter. “ Ngukurnya apakah dari as ( titik tengah) sungai atau dari titik lain kami tidak tahu. Yang pasti melihat patok patok yang telah terpasang, tanah kami bakal tergusur habis” ujarnya sembari menunjukkan patok yang dimaksud.

papan nama proyek

Menurut Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Sungai dan Pantai I BBWS Pemali Juwana , Dani Prasetyo kepada Antara, alur sungai yang akan dinormalisasi, yakni mulai dari Jembatan Ploso menuju muara dan Jembatan SMK Taman Siswa menuju Lingkar Utara Panjang Kudus dengan panjang sekitar 5,5 kilometer. Jadwal kegiatan bakal berlangsung selama 14 bulan yang dijadwalkan mulai Agustus 2020 hingga tahun 2021.

Baca JugaBBWS Pemali Juwana : Tidak Ada Ganti Rugi BPN Seenaknya Terbitkan Sertifikat

Untuk memperlancar kegiatan normalisasi sungai tersebut, dia berharap, dukungan Pemerintah Kabupaten Kudus, terutama terkait pembebasan lahan milik warga yang sudah bersertifikat hak milik (SHM) dan rencana pembangunan tanggul di kanan kiri sungai.

Sedang normalisasi sungai tersebut bertujuan untuk mencegah banjir serta untuk mempercantik pemandangan sungai setempat karena normalisasi tersebut juga terkait dengan penataan tata ruang kota.(Grace) Ant-Tm

0 Komentar

0 Komentar