Waspadalah Desa Rahtawu, Menawan, Ternadi, Japan Rawan Longsor Di Mana Alat Pencatat Longsor Dipasang

Sungai Gelis di Desa Rahtawu - Foto Grace

Tirtanews.id - Kudus, (Senin, 26/10/2020). Segenap warga Desa Rahtawu dan Desa Menawan di Kecamatan Gebog Kabupaten Kudus diharapkan mulai meningkatkan kewaspadaannya. Sebab diprediksi pada November – Desember bakal terjadi curah hujan dengan intensitas tinggi hingga di atas rata-rata (ekstrim). Begitu pula Desa Ternadi dan Desa Japan Kecamatan Dawe. Selain itu alat pencatat tanah longsor yang konon pernah dipasang di Rahtawu/Menawan, sampai sekarang belum diketahui secara pasti ada barangnya atau tidak.


Ke empat desa tersebut menurut Abdul Jalil dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus, Senin (26/10/2020), tergolong rawan tanah longsor, karena lokasi wilayahnya berada di kawasan Gunung Muria yang tingginya sekitar 1.605 meter di atas permukaan laut. “ Ditandai dengan jurang yang dalam. Perbukitan yang nyaris tegak lurus dan sejumlah sungai besar. Meski seringkali ke empat desa ini menjadi sasaran program penghijauan, namun sampai sekarang katagorinya masih tetap rawan tanah longsor,” tegasnya.

Abdul Jalil BPBD Kabupaten Kudus

Menghadapi kemungkinan buruk terjadi, pihak BPBD sejak hari ini – Senin (26/10/2020) berkordinasi secara itensif dengan aparat desa, kecamatan , keamanan hingga relawan. Titil titik rawan telah ditentukan. Seperti jalur penyelamatan hingga dapur umum “Semua peralatan dapur umum hingga beras telah kami siapkan. Begitu pula sejumlah mobil, truk dan alat berat,” tambah Abdul Jalil.

Khusus untuk Desa Rahtawu, lokasi yang perlu mendapat perhatian ekstra adalah Dukuh Semliro dan Dukuh Wetan Kali. Kedua pedukuhan ini sebagian besar rumah penduduknya berada di tepi Sungai Gelis. Salah satu sungai besar di Kabupaten Kudus dan hulunya berada di wilayah Desa Rahtawu. Selain itu pernah terisolir beberapa minggu, karena jembatannya roboh diterjang banjir besar. Sedang di Desa Menawan lebih sering di timpa tanah longsor.


Desa Rahtawu dan Desa Menawan sejak sekitar tahun 2011 sudah dijadikan obyek penghijauan bagi Departemen Kehutanan/ Perhutani, Pemkab Kudus hingga perusahaan rokok (PR) Djarum. “Kami belum tahu secara pasti berapa persen tingkat keberhasilan dalam menghijauklan desa tersebut. Namun lumayan banyak tanaman yang berhasil tumbuh dan menghasilkan nilai tambah bagi warga setempat. Sebab, sebagian besar bibit tanaman yang kami sebarkan berupa mangga, apokat, durian, nangka, petai dan tanaman tahunan lainnya.” ujar Purwono Nugroho dari PR Djarum.

Pemkab Kudus pun tidak tinggal diam. Di bawah komando langsung pelaksana tugas (Plt) Bupati Kudus Hartopo, akhir pekan lalu menggelar apel siaga menghadapi musim hujan. Diikuti personel gabungan TNI- Polri, Satpol PP, Dinas PUPR, Dinas Perhungan, Dinas Kesehatan, BPBD, PMI dan relawan.(Grase)

0 Komentar

0 Komentar