4 Pemuda Mlati Kidul Kudus Babak Belur “Dimassa” Polisi Khawatir Salah Tangkap, Seorang Pengacara Diduga Terlibat

Dua diantara empat korban pengeeroyokan massa di depan Kantor-Balai Desa Wergu Wetan Kudus

Tirtanews.id - Kudus, (Senin, 16/11/2020). Empat pemuda dari Kelurahan Mlati Kidul Kecamatan Kota Kudus babak belur “dimassa” di seputar komplek Kantor-Balai Desa Wergu Wetan Kudus,

Berdasarkan visum dari dokter Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Loekmono Hadi, semua korban mengalami luka memar, sobek dan berdarah hampir di sekojur tubuhnya. Terutama di bagian kepala dan wajah. Akibat pukulan tangan kosong dan tendangan kaki .

Tidak ada yang diopname, tapi baru seminggu berikutnya kondisi tubuh mereka mulai membaik. “Kami dipukuli, ditendang, diseret-seret- seperti layaknya maling yang ketangkap basah. Padahal kami samasekali bukan penjahat. Dan tidak melakukan tindakan kriminal. Kami justru yang diangkut ke kantor Polsek Kota Kudus” ujar Risky, salah satu diantara korban yang ditemui Tirtanews di rumah orang tuanya Senin (16/10/2020).

Keempat pemuda, melalui orang tua masing masing, sempat diajak damai dengan para pengeroyok yang jumlahnya diperkirakan puluhan orang. Melalui salah satu pengacara yang berada di Kelurahan Wergu Wetan. Inti perdamaian antara lain menyangkut kasus pemukulan ini tidak dilanjutkan ke ranah hukum.

Dengan kompensasi seluruh biaya pengobatan dan biaya visum ditanggung pihak pengeroyok. “Namun ternyata samasekali tidak ada realisasinya. Jujur saja kami sebenarnya juga tidak tahu isi surat “perdamaian” itu seperti apa. Kami saat itu percaya saja kepada “sang pengacara” tutur orang tua korban yang ditemui terpisah.

Salah satu anggota Polsek Kota Kudus membenarkan terjadinya pengeroyokan dan pemukulan massa yang berlangsung pada bulan puasa 2020. Semua korban dan sejumlah warga telah dimintai keterangan, serta sudah didokumentasikan secara rapi. “Hanya saja kami masih dalam upaya untuk mencari tambahan bukti bukti baru, Karena empat pemuda yang menjadi korban pengeroyokan tidak mengenal secara detil pengeroyoknya. Kami khawatir nanti salah tangkap.

Namun kami tegaskan kasus ini tetap berlanjut, “ tuturnya di salah satu ruang tamu di Mapolsek Kota Kudus, Senin sore ( 16/11/2020)

Menurut para korban maupun orang tuanya, “tokoh” pengeroyok di duga seorang laki laki berusia sekitar 45 tahun. Pekerjaan pengemudi (sopir) salah satu bus malam antar kota-antar provinsi dengan panggilan werog. Selain “aktif” memukul dan menendang para korban saat masih di seputar Kantor-Balai Desa Wergu Wetan, juga saat korban diangkut ke dalam mobil dan selanjutnya dibawa ke Mapolsek Kota Kudus.

Tdak diketahui secara pasti penyebab terjadinya aksi main hakim sendiri yang dilakukan massa tersebut. Ada yang menyatakan akibat mobil warga Wergu Wetan “dijahili” oknum pemuda dari Mlati Kidul. Kemudian ketika terjadi aksi “adu otot” ke empat korban ini berniat memisah-melerai. Namun justru menjadi sasaran amukan massa.

Adapun nama ke empat pemuda itu sendiri adalah : Ilham Faesal bin Jasimin umur 22 tahun, tamatan SMP. Moh Risky bin Tri Sunaryo umur 22 tahun tamatan SMP. Eksan Ernanto bin Sukamto umur 15 tahun pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Wisuda Karya dan Risky Saputra umur 21 tahun tamatan Sekolah Teknik Mesin (STM). (Grace)

0 Komentar

0 Komentar