Dalang Ki Seno Nugroho Meninggal Akibat Serangan Jantung

Ki Seno Nugroho

Tirtanews.id - Kudus, (Rabu, 4/11/2020). Dalang kondang Ki Seno Nugoroho (48), meninggal di rumah sakit PKU Muhammadiyah Gamping Kota Yogyakarta, Selasa malam (3/11/2020) pukul 22.35 WIB akibat serangan jantung. Ia meninggalkan seorang isteri Agnes Widiasmoro dan tiga orang anak yang semuanya putri- Angklir Kinanthi, Gading Pawukir dan Djenar Nyimasayu, serta ibunda Sayekti Suparman.

Jenazah diberangkatkan dari rumah duka Dusun Gayam Argosari Sedayu Bantul ke pemakaman Semaki Gede Jogja, Rabu (4/11/2020). Dalam tayangan di Youtube, ratusan warga memenuhi rumah duka. Saat peti mati diusung dari dalam rumah menuju mobil ambulan, diiringi dengan irama gamelan yang diperagakan para pengrawit dan pesinden. Mereka pun nampak menundukkan muka dan menangis, seusai menabuh dan melantunkan tembang perpisahan .Ribuan warga nampak hadir sejak dari rumah duka hingga tempat peristirahatan terakhir.


Manajer ki dalang Gunawan Widagdo mengungkapkan kronologi meninggalnya Seno Nugroho : pada tanggal 3 November 2020, Ki Seno meliburkan pentas wayang. Kemudian, Seno sempat bersepeda, pada Selasa (3/11/2020) petang. Namun, rupanya ketika berada di jalan, Seno merasa kesakitan. "Semalam habis bersepeda sama temannya orang sini, sesampainya di tengah jalan sudah berasa sakit sampai dijemput warga sini," ujar dia.

Sempat beristirahat di rumah, kondisi Seno tak kunjung membaik. Ia malah muntah-muntah. Sang istri dan warga pun mengantarnya ke RS PKU Muhammadiyah Gamping. "Masuk UGD masih sadar, menunggu dokter spesialis jantung," tutur dia.

Ki Seno kemudian dipindahkan ke ruang ICCU. Di sana, Seno kembali muntah-muntah dan kondisinya terus memburuk. Tim medis mengatakan, ada penyumbatan darah sekitar 100 persen. Nyawa Ki Seno tak dapat diselamatkan. Dalang itu mengembuskan napas terakhirnya di rumah sakit. "Meninggal sekitar pukul 22.15 WIB," kata Gunawan.

Sebenarnya pernah mendapatkan perawatan di rumah sakit sekitar bulan September 2020 karena penyumbatan. "Sebelumnya pernah masuk rumah sakit dua bulan lalu di RS PKU Muhammadiyah Gamping," tutur dia. Kemudian, tiga hari sebelum Ki Seno meninggal, dalang tersebut merasakan ada keluhan pada tubuhnya. "Tiga hari  sebelumnya (meninggal) merasakan nyeri," tutur dia. Namun, pada 2 November 2020, Ki Seno masih sempat menggelar pentas wayang streaming .

Sosok Ki Seno Nugroho sejak umur 10 tahun sudah mulai terjun ke dunia pedalangan. Menginjak usia 15 tahun, Ia mengawali karir sebagai seorang dalang. Pria kelahiran Yogyakarta, 23 Agustus 1972 itu terjung ke dunia pewayangan saat masih duduk di Sekolah Menengah Kesenian Yogyakarta.


Awal mula terjun ke dunia tersebut pun lantaran kekagumannya terhadap sosok Ki Manteb Soedharsono yang membuat dia tertarik pada pedalangan dan terus menggelutinya. Hingga sekarang ini, Seno belum mempunyai sanggar pedalangan sendiri, tetapi sesekali beberapa orang dari mancanegara belajar mendalang padanya.

Dia juga mempunyai kelompok karawitan sendiri yang diberi nama Wargo Laras dengan jumlah nggotanya kurang lebih 50 orang. Sebagai seorang profesional, dia dikenal secara luas sebagai dalang melalui pergelaran wayang kulit yang memadukan antara gagrak Surakarta dan gagrak Yogyakarta. Kekhasan lainnya yang membuat terkenal adalah saat menampilkan panakawan Semar, Garèng, Pétruk, Bagong dengan guyonan yang spontan, kontekstual, aktual, dan lucu.

Selain mendalang di Indonesia, Seno Nugroho juga pernah diundang tampil di negara Belanda dan Belgia. Kini, Dalang kondang itu telah pergi selamanya. Namun karya dan ilmu Ki Seno akan selalu dikenang selamanya. Selamat jalan Ki Seno.(Grace/dari berbagai sumber)

0 Komentar

0 Komentar