Drainase di Kabupaten Kudus “Nyaris” Tidak Pernah “Diurus”

Drainase terbuka ditingkatkan menjadi drainase tertutup

Tirtanews.id - Kudus, (Jumat, 6/11/2020). Menurut Kepala Pusat Informasi Perubahan Iklim Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dodo Gunawan pada November sebanyak 38% zona musim (Zom) akan memasuki penghujan. Bersamaan dengan itu, curah hujan bakal di atas normal karena fenomena La Nina.

drainase tertutup Jalan Kia Telingsing Kudus

Sejak Oktober, sudah 32% Zom memasuki musim hujan. Tetapi pada November, jelas dia, curah hujan akan lebih tinggi."November akan menjadi 38% dengan curah hujan normal sampai atas normal atau lebih basah," kata Dodo dalam webinar Asosiasi Ahli Atmosfer Indonesia (A3I) dengan tema La-Nina dan Musim Hujan 2020-2021 - Strategi Antisipasinya.

Ilustrasi la-nina

La Nina adalah kondisi anomali suhu permukaan laut Samudera Pasifik tropis bagian tengah dan timur yang lebih dingin daripada kondisi normalnya. Kondisi La Nina tersebut akan dinyatakan sebagai “Kejadian La Nina" atau “La Nina event", yang dapat mempengaruhi perubahan pola cuaca global.


Tentu saja untuk antisipasinya warga Kudus akan lebih baik jika mengetahui tentang Drainase . Merupakan suatu sistem saluran pembuangan yang berfungsi untuk mengalirkan limpahan air hujan, buangan air kotor di pemukiman, pabrik, limbah industri, mencegah genangan air dan sebagainya.

Saluran drainase di Kabupaten Kudus area cakupannya seluas 4.250 Ha, dengan sistem jaringan drainase terbagi menjadi 4 subsistem yaitu subsistem Kali Wulan, susbsistem SWD (Spillway Drain) I, subsistem SWD 2 dan subsistem Kali Juwana.

Di Kabupaten Kudus terdapat 2 sungai besar yang menampung drainase yaitu Kali Juana yang menampung aliran dari arah timur dan Kali Wulan dari arah tengah sampai utara.

Subsistem Kali Wulan menampung aliran dari drainase sekunder Kali Gelis ( yang membelah di tengah kota Kudus ), Kali Gondang (alurnya melalui Wergu Wetan, Loram dan bermuara di Kali Kencing 1) dan Kali Kencing.

Subsistem SWD-1 menampung aliran dari drainase sekunder Kali Sumber ( melalui Desa Janggalan, Purwosari dan Pasuruhan Lor ), Kali Jaranan ( melalui Desa Karangmalang, Garung Lor, Klumpit, Gribig, Prambatan Lor dan Pasuruhan Kidul ), Kali Sat ( melalui Desa Karangmalang, Klumpit, Garung Lor,Prambatan Lor dan Pasuruhan Lor) dan Kali Serut ( melalui Desa Mijen, Kedungdowo dan Setrokalangan ).

Subsistem SWD-2 menampung aliran dari drainase sekunder Kali Tali ( melalui Desa Mijen dan Setrokalangan ), Kali Jember( melalui Desa Getasrabi, Kaliwungu dan Kedungdowo ) dan Kali Srabi.

Subsistem Kali Juana-1(JU1) menampung Kali Tumpang (melalui Desa Gondangmanis, Bacin, Pedawang, Dersalam, Tumpang Krasak, Megawon, Mejobo dan Kirig ), Kali Dawe ( Desa Hadipolo, Tenggeles, Golan Tepus, Mejobo dan Temulus ), Kali Jumirah dan Kali Ngeseng ( melalui Desa Larikrejo dan Karangrowo ).

Secara detail, saluran drainase di Kabupaten Kudus sebagai berikut. Saluran tanah sepanjang 148.580 meter, Saluran pasangan : 109. 460 meter, Saluran tertutup 56.560 meter dan saluran terbuka 201.220 meter, (Grace)

0 Komentar

0 Komentar