Karimunjawa Kini Menjadi Cagar Biosfer

Kawasan Karimunjawa, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah [Antara]

Tirtanews.id - Kudus, (Minggu, 15/11/2020). Kawasan Karimunjawa, Kabupaten Jepara kini telah ditetapkan Organisasi PBB untuk Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan (UNESCO) sebagai cagar biosfer ."Penetapan oleh UNESCO pada akhir 28 Oktober 2020 tidak hanya Karimunjawa, melainkan Karimunjawa Jepara Muria yang mencakup Kabupaten Jepara, Kudus, dan Pati," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Jepara Farikhah Elida .

Menurut dia pengajuan Karimunjawa sebagai cagar biosfer sudah dilakukan sejak 2017. Sedangkan tahapannya berlangsung hingga 2,5 tahun. Mulai dari penyiapan proposal, data konferensi di LIPI, pembuatan film nominasi cagar biosfer, hingga pengiriman dokumen pengusulan nomine cagar biosfer ke MAB UNESCO di Nigeria.

Data yang dibutuhkan, mulai dari RPJMD, RTRW, kondisi geografis, sosial, ekonomi dan budaya, letter of agreement yang ditandatangani pemerintah daerah dan dinas terkait, serta surat rekomendasi dari Gubernur Jawa Tengah.

Adapun alasan pengusulan Karimunjawa sebagai zona cagar biosfer. Antara lain pulau yang terletak sekitar 45 mil dari kota Jepara ini merupakan hujan hutan tropis dataran rendah. Hutan mangrove, ekosistem hutann pantai, ekosistem padang lamun, terumbu karang dengan spesisfikasi luas terumbu karang mencapai 7.487,55 hektare, dan jenis mangrove yang ada di Karimunjawa sebagian besar termasuk kelas mangrove sejati.

Terkait dengan alasan penamaannya Karimunjawa Jepara Muria, hal itu untuk mengenalkan potensi Jepara yang memiliki pulau dan Pegunungan Muria kepada dunia internasional.

Sedangkan cagar biosfer merupakan kawasan yang terdiri atas ekosistem darat, pesisir, dan laut yang diakui keberadaannya di tingkat Internasional sebagai bagian dari Program Man and Biosphere (MAB) UNESCO.


Menurut buku Rencana Induk Taman Nasional Laut ( Maret 1988) Kepulauan Karimunjawa merupakan untaian dari pulau pulau kecil yang berjumlah sekitar 27. Dengan luas daratan sekitar 7.120 hektar dan luas perairannya kurang lebih 107.225 hektar

Memiliki satwa langka burung garuda di pulau Burung. Memiliki pula sejumlah satwa yang dilindungi. Seperti Menjangan( cernus sp), Trenggiling (manis javanicus), Penyu Hijau (chelonis mydas), Penyu Sisik ( eretmochelys imbricata) yang berada di Pulau Cemara Kecil, Pulau Cemara Besar dan Pulau Menyawakan.Selain itu terdapat sekitar 243 jenis ikan hias- terutama di Pulau Nyamuk.

Selain telah ditetapkan sebagai Taman Nasional Laut dan beberapa tahun lalu juga telah ditetapkan sebagai salah satu daerah tujuan wisata dalam/luar negeri.

Telah pula memiliki lapangan terbang Dewa Daru, meski baru bisa didarati pesawat berpenumpang 10-20 orang. Juga bisa dijangkau dengan kapal cepat maupun jenis kapal biasa . Keberadaan transportasi tersebut siap sedia di bandara Achmad Yani Semarang, Pelabuhan Tanjung Emas Semarang dan Pelabuhan Kartini Jepara.(Ant/Grace)

0 Komentar

0 Komentar