Liga Champions Eropa, Rabu Dini Hari Mampukah Atalanta Menekuk Liverpool


Tirtanews.id - Kudus, (Selasa, 3/11/2020). Atalanta akan menjamu salah satu raksasa paling ditakuti di Eropa, Liverpool, Rabu (4/11/2020) dini hari WIB di Stadion Gewiss.Tim tuan rumah paling dirugikan dari laga hantu ini. Mereka seakan tak bertaring ketika bermain tanpa pendukungnya.”Sang Dewi” gagal menang pada dua laga terakhir di kandang,termasuk saat ditahan AjaxAmsterdam, 2-2, pekan lalu.

Tiada artinya berlaga tanpa pendukung. Demikian ucapan legenda sepakbola Britania Raya, Sir MattBusby. Kalimat kaya makna itu kini dirasakan Atalanta. Tanpa kehadiran pendukung fanatiknya di arena laga, tim berjuluk”Sang Dewi” itu bagaikan terbang dengan sayap patah.

Bagi Atalanta,fans adalah roh kehidupan. Tim dari Bergamo,kota kecil di Italia, itu tidak punya sumber daya uang berlimpah dan pemain kelas wahid. Namun, seperti kata pelatihnya,Gian Piero Gasperini, mereka punya kemewahan sendiri, yaitu gairah dan antusiasme yang dihidupi para pendukungnya.

Di tengah ketergantungan akan fans, Atalanta terpaksa kembali menjalani laga ”hantu”,tanpa penonton, dalam lanjutan Liga Champions Eropa. Mereka seakan tak bertaring ketika bermain tanpa pendukungnya.”Sang Dewi” gagal menang pada dua laga terakhir di kandang,termasuk saat ditahan Ajax Amsterdam, 2-2, pekan lalu..”Atmosfer Liga Championssangat luar biasa. Sekali lagi,kami sangat menyesal harusmenghadapinya dengan bermain tertutup tanpa penonton.Saya kini hanya bisa membayangkan orang-orang di atas atap (rumah) menunggu Liverpool datang ke Bergamo,” kata Gasperini kepada Sky Sports.

Bagi Atalanta, realitas kian pahit karena musim ini mereka telah diperbolehkan menggelar laga di rumah sendiri menyusul selesainya renovasi Gewiss. Namun, itu menjadi kurang berarti tanpa kehadiran fans.

Selain kehilangan sayapnya,”Sang Dewi” juga terancam pincang. Koran olahraga di Italia,La Gazzetta dello Sport, mengabarkan, tujuh pemain utama Atalanta kini terancam absen.Rafael Toloi, Hans Hateboer,dan Christian Romero cedera saat tampil menghadapi Crotone, akhir pekan lalu.

Mereka menambah panjang daftar pemain cedera Atalanta. Empat pemain lain lebih dulu cedera,di antaranya Marten de Roondan Robin Gosens.Meskipun demikian,Atalanta enggan melempar handuk sebelum berlaga. Mereka bertekad meraih tiga poin di tengah berbagai kesulitan itu.”Liverpool berada di puncak grup, tetapi kami ingin merebut poin penting ini. Kami bermaindi stadion sendiri,”ucap pemain Atalanta, Remo Freuler.

Setali tiga uang, kondisi Liverpool tidak jauh lebih baik. ”SiMerah” mengalami krisis di lini pertahanan. Mereka tidak akan bisa diperkuat bek tangguh Vir-gil van Dijk dan pengganti terbaiknya, Fabinho.

Manajer Liverpool JuergenKlopp pun harus memutar otak untuk mengatasi masalah di lini belakang timnya jelang menghadapi Atalanta, tim Italia yang terkenal sangat ofensif.

Liverpool, tim yang memiliki moto ”You’ll Never WalkAlone”, berupaya menjaga tren kemenangan 100 persen di LigaChampions musim ini tanpa penggemarnya. Menyusul diterapkannya kembali pembatasan wilayah, baik di Inggris maupun Italia, menyusul naiknya kasus positif Covid-19, Liverpool akan berjuang sendirian di Bergamo.

Tiada fans bisa menemani.Meskipun demikian, Klopp menjanjikan hiburan bagi para pendukungnya di rumah. Mereka akan tampil sepenuh hati.”Menonton sepak bola pasti membuat mereka (pendukung)senang. Kami bahagia bisa lanjut bermain dan menghadirkan kemenangan .(Grace)

0 Komentar

0 Komentar