Makam Sunan Kudus Mulai Dipadati Peziarah

Situasi depan Menara Kudus, Minggu siang pukul 12.00 WIB (29/11/2020) - foto Grace


Tirtanews.id, KUDUS - Diperkirakan lebih dari 1.000 orang, sepanjang Minggu (29/11/2020) secara bergelombang berkunjung ke komplek Menara, Masjid dan utamanya berziarah di Makam Sunan Kudus.

Mereka sebagian besar berasal dari wilayah Kabupaten Kudus dan sebagian lagi berdatangan dari kota/kabupaten tetangga hingga dari kota/kabupaten Provinsi Jawa Barat maupun Jawa Timur.

Khusuk di depan makam Sunan Kudus (Foto Grace)

Umumnya datang secara rombongan dengan menggunakan angkutan kota, angkutan pedesaan, mini bus, bus antar kota antar provinsi maupun mobil pribadi. Kendaraan tersebut di parkir di terminal wisata Bakalan Krapyak, “terminal” milik per orangan di seputar stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) beberapa meter dari pojok kiri pemakaman umum Bakalan Krapyak. Sebagian lagi di seputar perempatan Jalan Sunan Kudus dan selatan perempatan Menara.


Seharusnya perempatan Menara ke selatan bukan tempat parkir. Namun karena tidak ada petugas- khususnya petugas/anggota Dinas Perhubungan (Dishub), maka ruas jalan tersebut hingga perempatan arah Desa Sunggingan di kanan kiri dijadikan parkir mobil angkutan umum.

Berdasarkan pengamatan Tirtanews, peziarah adalah campuran perempuan- laki laki dari berbagai usia. Termasuk anak anak. Banyak juga kawula muda, Sebelum memasuki Tajug Menara , terdengar himbauan dari pengeras suara yang mengingatkan dan meminta agar setiap peziarah terlebih dahulu cuci tangan dengan sabun yang disediakan cukup banyak di sejumlah titik. Menjaga jarak dan memakai masker sesuai protokol kesehatan.


Selain sebelum memasuki gerbang komplek Makam Sunan Kudus, setiap peziarah/pengunjung agar melepas alas kaki, dimasukkan dalam tas masing masing dan dibawa masuk Sebab telah disediakan pintu ke luar sendiri (dulu menyatu di pintu gerbang, sehingga pada umumnya alas kaki ditinggal).

Sebagian pengunjung menjulurkan salah satu tangannya untuk menggapai bagian atas pintu masuk menuju makam Sunan Kudus. Kemudian dengan khusus berdoa di seputar makam Sunan Kudus. Setelah itu ke luar menuju pintu yang terletak di bagian belakang samping kiri makam.

Pegang pintu bagian atas jelang makam Sunan Kudus (Foto Grace)

Dengan semakin banyaknya peziarah- pengunjung yang berdatangan ke komplek Manara, Masjid dan Makam Sunan Kudus, maka puluhan pedagang kaki lima, tempat penitipan motor, juru parkir hingga juru foto yang berada di seputar lokasi mulai ketiban rejeki. Sayangnya masih terlihat sejumlah pengemis (maaf) yang beroperasi. Padahal keberadaan mereka dilarang berdasarkan peraturan daerah setempat.


Selain itu masih banyak pengojek yang tidak ikut kebagian rejeki, karena sebagian besar peziarah langsung datang-pulang melalui lokasi terdekat. Tidak melalui terminal wisata Bakalan Krapyak.(Grace)

KOMENTAR

0 Komentar

0 Komentar

BERITA LAINYA