Maradona Gol Tangan Tuhan Meninggal

Diego maradona saat menciptakan gol yang hingga hari ini dikenal dengan gol tangan tuhan

Tirtanews.id - Diego Armando Maradona meninggal pada Rabu (25/11/2020) di rumah akibat serangan jantung dalam usia 60 tahun Padahal, mantan pemain Boca Juniors itu baru saja ke luar dari rumah sakit. Ia harus menjalani operasi karena ada gumpalan bercak di otak.

Maradona, yang dianggap sebagai salah satu pesepakbola terhebat sepanjang masa, membantu Argentina memenangkan Piala Dunia pada 1986.

Dia bermain sepak bola klub untuk Boca Juniors, Napoli, dan Barcelona. Ia dipuja jutaan orang karena keterampilan briliannya semenjak tampil di Piala Dunia Junior Tokyo pada 1978. Puncak karier Maradona terjadi tatkala Argentina menyingkirkan Inggris di perempafinal turnamen sepak bola terakbar dunia itu

Sepanjang kariernya, legenda sepak bola Argentina ini telah meraih banyak piala, baik untuk tim nasional, maupun untuk klub, terutama saat memperkuat Napoli di Liga Italia Serie A. Pencapaian terbaik Maradona, salah satunya saat membela Napoli dari musim 1984/1985 hingga 1991/1992.

Dia sukses membawa Partenopei memenangi gelar Serie A untuk pertama kali pada musim 1986/1987. Saat didatangkan Napoli dari Barcelona, pada 1984, Diego Maradona memecahkan rekor transfer dunia saat itu, yakni 5 juta Euro.

Lebih dari 80.000 fan Napoli pun memadati Estadio San Paolo, saat diperkenalkan sebagai pemain Partenopei. Puncaknya tentu saja saat berhasil membawa Napoli juara Serie A untuk pertama kali di musim 1986/1987.

Namanya semakin dielu-elukan tifosi Napoli karena mempersembahkan scudeto pertama untuk Napoli, sekaligus klub pertama asal Italia Selatan yang menjuarai Serie A.

Pesta perayaan gelar juara berlangsung lebih dari sepekan. Maradona dianggap jadi pemain yang paling berjasa bagi Napoli saat itu. Namun, hal itu juga membuat Maradona kehilangan kebebasannya.

Dia sulit keluar rumah tanpa menghindari kerumunan penggemar Napoli yang mengidolakannya. "Ini kota yang hebat, tetapi saya tidak bisa bernafas [karena semua orang mengenal saya]. Sebagai anak muda saya ingin hidup normal seperti yang lain," kata Maradona saat masih memperkuat Napoli, seperti dikutip BBC.

Vickery, pengamat sepak bola Amerika Selatan menulis di BBC, perlakuan fans Napoli kepada Maradona dianggap wajar. Pasalnya, dia jadi aktor utama timnya memenangi gelar Serie A, ketika kompetisi tersebut jadi yang terbaik di dunia.

Ditambah kesenjangan yang terjadi antara Italia Utara dengan Italia Selatan kala itu membuat gelar juara Napoli lebih istimewa. Di medio 80an, klub-klub Italia Utara yang disokong ekonomi yang kuat selalu mendominasi kompetisi domestik.

Sementara wilayah Italia Selatan yang miskin, selalu jadi penggembira di liga. Hal itu pun menciptakan kecemburuan sosial yang akut, sehingga saat klub dari Italia Selatan berhasil juara, semua orang merayakannya dengan penuh emosional

Namun, Maradona tidak dapat menghadapi kecintaan masyarakat Napoli kepadanya. Untuk menenangkan pikiran, dia memilih mengkonsumsi obat-obatan terlarang yang justru membuat kariernya menurun.

Dia mendapat skorsing 16 bulan di musim 1991/1992 karena positif mengkonsumsi kokain, yang sekaligus mengakhiri karirnya bersama Napoli.

Kendati begitu, Il Partenopei tetap menghormatinya dan mempensiunkan nomor punggung 10 miliki Diego Maradona. Selama 7 musim membela Napoli, Maradona mencetak 81 gol, dari 188 pertandingan di Serie A.

Bersama Bruno Giardo, dan Careca, Maradona, jadi trio penyerang Napoli yang berbahaya. Selain gelar scudeto Serie A 1986/1987, dia juga mempeesembahkan gelar Piala UEFA 1989 dan scudeto kedua di musim 1989/1990. Dan gelar tersebut merupakan scudetto terakhir yang diraih Napoli.(dari berbagai sumber/Grace)

BERITA LAINYA