Ngopi di Moro Miri Sembari Menatap Gunung Muria Tempat Untuk Ngadem, Nyantai dan Mejeng

Menu wajib- Moro Miri, pecel pakis, kopi japan, kopi susu sapi gula aren, ikan manyung - foto Grace 

Tirtanews.id, Kudus (Selasa, 24/11/2020) – Warung kopi sekarang tengah menjamur di mana mana. Salah satunya di warung Moro Miri – sekitar 18 kilometer utara Alun - Alun Simpang Tujuh-pusat Kota Kudus. Tepatnya di Desa Japan Kecamatan Dawe Kabupaten Kudus. Atau sekitar satu kilometer dari Gapura Makam Sunan Muria-Desa wisata Colo.

Berada di pertigaan jalan menuju obyek wisata Air Tiga Rasa Rejenu Desa Japan. Menempati tanah seluas sekitar 350 – 400 meter persegi. Terbagi menjadi tiga bagian.


Bagian bawah sebagian untuk parkir mobil dan motor. Sebagian lagi berupa bangunan semacam gazebo, meja kursi tempat untuk makan minum Lalu di bagian tengah juga untuk tamu/pembeli-pengunjung. Sedang bagian atas – sebagian untuk dapur, sebagian lagi berupa kebun. Dari bagian bawah, tengah, atas dibuatlah undhak undhakan

Foto di depan warung moro miri

Beberapa pohon jeruk pamelo yang tengah berbuah, aneka jenis bunga, tumbuhan dan pohon berada di lokasi ini,sehingga suasananya terasa segar. Apalagi jika menghadap ke arah depan. Pandangan pertama jalan aspal yang berkelok, jembatan, sungai rumah penduduk dan puncak Gunung Muria yang tingginya sekitar 1.602-1.605 meter di atas permukaan air laut. “ Tempat makan pecel pakis dan kopi muria yang serba alami dan penuh sensasi,” ujar Nindiar Santo dan Abu Bakar, dua sahabat karib dari Kota Kretek yang sengaja datang ke warung makan Moro Miri.


Moro Bahasa Jawa yang artinya datang- berkunjung. Miri nama sebuuah pohon yang buahnya berwarna putih sebagai salah satu bumbu dapur. Pohon ini termasuk pohon langka. Dua kata ini sebenarnya tidak begitu menarik perhatian publik- khususnya penggemar- pemerhati kuliner,

Namun juru masaknya yang biasa disapa Mbak Soffi ini adalah kakak dari artis/pesinden ternama Soimah. “Saya di lingkungan keluarga dengan tujuh bersaudara ini sehari-harinya kebagian sebagai juru masak. Karena masakannya enak. Ya itu modal utama saya,” ujar ibu dari dua anak Nadya Soffi dan Muhammad Adli Khotibul Umam saat berbincang dengan Tirtanews akhir pekan lalu.

Koki- Soffi menjadi koki di waroeng ndesa Moro Miri - foto grace

Sebelum membuka Moro Miri bersama sang suami yang asli Desa Japan, sempat membuka usaha jahit menjahit Soffi Collection dan sempat pula menjadi tenaga kerja wanita (TKW) selama empat tahun. “ Dengan munculnya Covid-19 kami tidak bisa ke mana mana. Cukup mencari kesibukan di kebun dan akhirnya terinspirasi untuk membuka Moro Miri.” tambah Soffi.

Sedang modal kebun yang dijadikan komplek Moro Miri dan segala jenis isinya, sebagian hasil dari tabungan, sebagian dari sang adik Soimah. “Saya berusaha keras untuk menjadi diri saya sendiri. Bukan di bawah bayang bayang nama besar adik saya. Moro Miri akan kami jadikan tempat yang nyaman bagi banyak pihak dan tempat usaha yang Alhamdullilah bisa mendatangkan rejeki,” ujarnya penuh semangat dan cukup optimis.


Di tangan koki Soffi inilah tersaji masakan khas Gunung Muria (tempat wisata) pecel pakis dengan lauk ayam goreng/bakar, telor ayam, tempe, tahu dan sebagainya. Disertai aneka jenis makanan kecil minuman- terutama kopi muria (kopi dari Desa Japan) hingga es krim.

Khusus untuk kopi dia menyanjikan dua macam. Kopi “biasa” (umum) dan kopi campur susu sapi asli, dengan gula aren. Rasa dan aromanya sungguh merangsang selera untuk mencicipi tahap demi tahap hingga habis tuntas. “Kami juga baru merintis menyajikan masakan ikan Manyung. Ikannya kami beli/datangkan dari Juwana Pati. Banyak tamu kami yang menyatakan enak dan mendukung jika disajikan sebagai menu utama. Sebab, sebagian besar warung makan di Colo Muria ini menu utamanya pecel pakis. Kami masih dalam proses- sambil jalan untuk mencari menu yang pas,” ujar Soffi lagi.

Mengakhiri perbincangan dengan Tirtanews, menurut Soffi, sebagian besar pengunjung juga memanfaatkan warungnya untuk tempat berfoto ria- yang disebutnya sebagai “lagu wajib” orang masa kini.

Berfoto ria- di komplek Waroeng ndesa Moro Miri Japan Dawe Kudus - foto Grace

Lalu diantara penggemar – pemerhati kuliner terlebih dahulu pesan tempat dan pesan makanan lebih dahulu, Waroeng Ndeso Moro Miri tempat yang pas untuk jagong, ngopi , ngadem dan nyantai,(Grace)

BERITA LAINYA