Pasar Piji di Kecamatan Dawe Bermasalah (1) Pemkab Kudus “Ngemplang” Sewa Tanah

Pasar Piji Dawe setelah direnovasi akhir 2016 dan dioperasikan tahun 2017

Tirtanews.id - Kudus, (Kamis, 19/11/2020). Pasar Piji Kecamatan Dawe Kabupaten Kudus diduga bermasalah. Permasalahan muncul ketika Wakil Bupati Kudus (saat ini menjadi Pelaksana tugas bupati/Plt) Hartopo memperoleh laporan adanya pungutan liar (pungli) dari salah satu perempuan pedagang di Pasar Piji pada 16 Oktober 2018. Kemudian sempat bersitegang dengan seorang pria yang dituduh “memungli”pedagang.

Pasar piji dibongkar

Padahal menurut pria tersebut yang bernama Abu Bakar (nama samaran) yang ditemui Tirtanews, Kamis malam (19/11/2020), ia adalah salah satu wakil dari CV Anugerah.

Pasar piji

CV inilah yang membangun Pasar Piji yang dituangkan dalam surat perjanjian kerjasama antara pemerintah Desa Piji dan Desa Cendono dengan CV Anugerah tentang renovasi/pebangunan Pasar Desa Piji nomor 118/IX/98.


Pemerintah Desa Piji ditanda-tangani kepala desanya A Kamal, Pemerintah Desa Cendono kepala desanya Tumari dan CV Anugerah ditanda-tangani direktur Edy Susanto per 18 September 1996. Surat perjanjian kerjasama tersebut diketahui Camat Dawe Badri Hutomo dan disetujui Bupati Kudus Soedarsono.


Abu Bakar menambahkan, setelah kejadian tersebut, pihak CV Anugerah melayangkan surat kepada Bupati Kudus per 29 November 2018, yang tembusannya kepada Wakil Bupati, Sekretaris Daerah{Sekda), Asisten I, Kepala Dinas Perdagangan dan BPPKAD.


Ada empat hal yang dilaporkan CV Anugerah :

1. Bangunan los di atas tanah milik Kuswantoro. Jumlahnya 2 meter x 189 meter. Luas bangunan 618 meter persegi.Bangunan tersebut telah dibongkar dan dilelang Pemkab Kudus.

2. Bangunan kios tidak masuk dalam kerjasama dengan jumlah kios 118 unit (3 meter x 4 meter) dan luas bangunan132 meter persegi. Bangunan ini juga telah dibongkar dan dilelang Pemkab Kudus.


3. Sewa tanah terhitung sejak tahun 1997 hingga 2001. Di atas tanah hak milik /HM (bersertifikat). Meliputu HM 650, HM 2158, HM 2153, HM 2236 dan HM 2059. Sampai sekarang Pemkab Kudus juga belum membayar.

4. Hutang pedagang pasar Piji: utang piutang dari tahun 2002 Pedagang los 307 orang besarannya Rp 470.500.000,- Pedagang kios 57 orang besarannya Rp 448.000.000. Dengan total Rp 981.500.000,-


Dipenda/dinas perdagangan sebagai pengelola Pasar Piji sesuai perjanjian. ”Jadi saya tegaskan lagi saya bukan main pungli, tapi menagih hutang pedagang yang baru terbayar sekitar 30 persen. Itu semua ada perjanjiannya. Semua kami bukukan secara rapi. Sampai sekarang pemberitahuan secara lesan maupun tertulis tidak pernah ditanggapi. Kami justru “dipingpong” ke sejumlah pejabat. Semuanya “cuci tangan”. Kami hanya berharap Plt Bupati Kudus Hartopo mencari solusi terbaik untuk menyelesaikan kasus ini” tegas Abu Bakar. (Grace)

0 Komentar

0 Komentar