Pasar Piji di Kecamatan Dawe Bermasalah (2) Ini Isi Perjanjian Kerjasamanya

Ditutup plastik - dagangan pedagang di Pasar Piji Dawe bagian belakang (Foto Grace)

Tirtanews.id - Kudus, (Jumat, 20/11/2020). Perjanjian kerjasama antara pemerintah desa (Pemdes) Piji dan Pemdes Cendono dengan CV Anugerah tentang renovasi/pembangunan pasar desa Piji nomor 118/IX/98 tanggal 18 September 1996 terdiri 16 pasal.

Nekat berjualan di tempat parkir mobil di Pasar Piji Dawe (Foto Grace)

Antara lain Pasal 2 : luas tanah untuk renovasi/pembangunan seluas sekitar 9.201 meter persegi. Terletak di Desa Piji seluas 3.000 meter persegi dan di Desa Cendono seluas 6.201 meter persegi.


Pasal 3 : modal pihak pertama (Pemdes Piji dan Pemdes Cendono) berupa tanah Desa Piji 3.000 meter persegi x Rp 50.000,- = Rp 150 juta dan tanah Desa Cendono 6.201 meter persegi x Rp 50.000 = Rp 310, 05 juta. Sedang modal pihak kedua (CV Anugerah ) berupa biaya renovasi/pembangunan beserta seluruh fasilitas penunjang sebesar Rp 1.978. 500.000,- (Rp 1,9 miliar)

Pasal 4 : pembangunan kios sebanyak 124 buah dan pembangunan los sebanyak 472 buah.

Empat kios di unit bangunan Pasar Piji Dawe  tidak laku terjual (Foto Grace)

Pasal 5 : pihak kedua juga wajib membangun : mushola beserta kamar mandi+ WC, jalan dan parkir, sabuk jalan, saluran air, pagar keliling, jaringan listrik dan air, urugan tanah, dinding penahan tanah, bangunan penampungan dan pembebasan tanah. Pihak pertama memperoleh pembagian hasil retribusi pasar sesuai peraturan perundangan yang berlaku.


Pasal 6 : bangunan pasar dan fasilitasnya masuk dan terdaftar sebagai barang investaris Pemkab Kudus.


Pasal 8 : pihak kedua memberikan kompensasi kepada pihak pertama berupa sebidang tanah seluas sekitar 700 meter persegi – terletak di lokasi pasar Piji dan selanjutnya diperuntukkan sebagai perluasan renovasi/pembangunan.


Pasal 11 : pihak kedua berhak memasarkan bangunan kios dan los kepada pihak ketiga. Dan seanjutnya pihak ketiga diberikan hak untuk mengelola selama 12 tahun. Setelah itu bangunan beserta fasilitasnya menjadi milik pihak pertama. Pihak ketiga dikenakan uang sewa atas pemakaian sebidang tanah yang dipergunakan untuk kios dan los yang besarnya sesuai peraturan perundangan yang berlaku.


Pasal 12 : harga kios A ukuran 3,5 x 4 meter persegi Rp 11,5 juta. Kios B ukuran 3x 4 meter persegi Rp 9 juta. Kios C ukuran 3 x 4 meter persegi Rp 8 juta daan los ukuran 2x 3 meter persegi Rp 1.750.000,- Pihak kedua dalam memasarkan bangunan kios dan los dilaksanakan bersama pihak pertama dengan memprioritaskan kepada pedagang lama.

Pasal 13 : sistem pembayaran : uang muka 30 persen dari harga jual yang meliputi 5 persen sebagai uang tanda jadi yang dibayar pada saat pendaftaran dan 25 persen diangsur selama waktu pembangunan (enam kali angsuran). Sisa pembayaran 70 persen diangsur selama 5 (lima) tahun; Kios A Rp 140.000/bulan. Kios B Rp 128.335,-/bulan. Kios C Rp 105.000/bulan dan los dibayar Rp 29.170.-/bulan. (Grace)

0 Komentar

0 Komentar