Pembangunan Citywalk Kudus Senilai Rp 14,3 Miliar Menggunakan Besi Karatan, Pemasangan Kanstin Tidak Sesuai Aturan

Besi karatan6  diduga pelkasana proyek pembangunan citywalk Kudus menggunakan besi karatan dan tidak sesuai ukuran

Tirtanews.id - Kudus, (Rabu, 11/11/2020). Proses pembangunan citywalk Kudus yang diduga bermasalah sejak awal sampai dengan Rabu (11/11/2020) dibiarkan begitu saja. Pihak Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kudus selalu menghindar ketika hendak dikonfirmasi.

Menurut hasil temuan Tirtanews di lapangan sepanjang Selasa- Rabu (10-11/11/2020) banyak hal yang dilanggar pihak pelaksana proyek senilai Rp 14,3 miliar ini. Seluruh hasil temuan terdokumen melalui foto dan video.


Diantaranya penggunaan besi sebagai “otot” bangunan diduga menggunakan besi yang sudah karatan dan ukurannya juga tidak sesuai dengan perjanjian kontrak. Begitu pula urugannya menggunakan tanah bekas tanah galian di lokasi setempat. Padahal seharusnya menggunakan padas.

tanah urug- seharusnya memakai padas bukan tanah urug- apalagi tanahnya diambil di lokasi setempat dalam proyek citywalk kudus

Lalu pemasangan yudit dilakukan saat di lokasi masih terlihat genangan air, hal ini akan berpengaruh besar terhadap kanstin/ kansteen yang berfungsi sebagai pembatas antara badan jalan dan trotoar. Termasuk pemasangan keramik tidak dilakukan lepling ( pemadatan) terlebih dahulu.

genangan air - pemasangan yudit yang seharusnya dalam kondisi kering, dipaksakan saat kondisi tergenag air dalam pembangunan citywalk kudus

Mandor bangunan yang ditemui di lokasi membenarkan semua temuan Tirtanews tersebut, namun karena hal itu menjadi keputusan dari pimpinan proyek, maka tidak kuasa untuk menentangnya. Apalagi para pekerjanya juga sekedar menerima perintah dari mandor.


Dengan kondisi seperti itu maka pihak Dinas PUPR diduga ada permainan dengan pihak pelaksana proyek, sehingga bisa dikatagorikan terjadinya pembiaran, karena sampai sekarang tidak pernah ada tegoran. Pembiaran itu berujung pada korupsi terhadap uang proyek.

Sebelum hasil temuan per Selasa- Rabu (10-11/11/2020), Tirtanews sudah menemukan banyak kejanggalan dalam proses pembangunan citywalk di Jalan Sunan Kudus sepanjang 526 meter tersebut.


Secara kasat mata terjadi pembangunan saluran air baru, sehingga menjadi dobel saluran. Padahal saluran air lama ( drainase tertutup) masih cukup bagus kondisinya. Meski dibangun saluran air baru, namun di bagian ujungnya , yaitu di tepi jembatan sungai Gelis tidak dibangun bangunan baru.


Di saluran lama yang sebagian diantaranya dibuka, nampak adanya pralon ukuran besar yang berasal dari rumah seputar lokasi. Kemudian di titik ini sebagian dindingnya sengaja dilobangi. Diduga untuk mengalirkan air limbah rumah tangga ke saluran baru.

Selain itu saluran air baru yang seharusnya lurus menuju pembuangan di sungai Gelis, dibelokkan untuk menghindari puluhan tiang beton dan tiang besi yang telah tertanam lebih dahulu.

Pemerintah kabupaten Kudus (Bappeda- tata ruang) tampaknya juga tidak konsisten saat mengawal peraturan daerah (perda) tentang pelebaran jalan (khususnya di Jalan Sunan Kudus), karena masih ada sejumlah warga yang tidak mau memundurkan rumah/bangunan/tanah pekarangan. (Grace)

0 Komentar

0 Komentar