Pengusaha Galian C Desa Klumpit Belum Melaksanakan Reklamasi dan Bayar “Hutang” Rp 80 Juta

Ilustrasi uang

Tirtanews.id - Kudus, (Minggu, 15/11/2020). Yunita (36) , Ali Muhtarom (47) dan Hari Santoso (35) bersedia mengganti seluruh biaya pemerataan/reklamasi yang dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus. Akibat kegiatan penambangan yang telah mereka lakukan dengan ketentuan sesuai “eks” lokasi penambangan galian C di Desa Klumpit Kecamatan Gebog Kabupaten Kudus.

Ketiganya juga menyatakan apabila ternyata mengingkari janji (tidak melakukan pemerataan/reklamasi) bersedia menanggung konsekuensinya/proses hukum pidana.

Namun sampai dengan Minggu malam (15/11/2020) pukul 22.00 WIB, mereka belum melakukannya. Termasuk konon pembayaran (pelunasan) “hutang” Rp 80 juta kepada pihak keluarga korban yang meninggal dunia juga belum diwujutkan.

Padahal surat pernyataan mereka – masing masing ditulis dalam selembar kertas bermeterai 6.000, ditandai tangani yang bersangkutan pada 29 November 2019. Dengan diketahui Kepala Desa Klumpit, Subadi, Kepala Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Djati Solechah, Kasat Reskrim Polres Kudus, AKP Rismanto.

Selain surat pernyataan tersebut pada waktu yang bersamaan ditanda-tangani Berita Acara Hasil Pertemuan/Sosialisasi Penanganan Kegiatan Pertambangan Galian C di Desa Klumpit.

Salah satu diantara empat hal yang tertulis dalam berita acara tersebut (2) terhadap kondisi lahan yang telah ditambang dengan kondisi yang sangat rusak parah sehingga dikhawatirkan bisa membahayakan keselamatan masyarakat.

Perlu dilakukan penataan dan pemerataan lahan yang akan dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus dengan biaya ditanggung oleh para pengusaha pertambangan. Dengan jaminan alat berat diamankan pihak kepolisian.

Berita acara tersebut 14 orang; yaitu dari Polres, Satpol PP, Dinas PKPLH, Dinas PUPR, Bappeda, Bagian Hukum Setda, Camat Gebog, Kapolsek. Koramil Gebog, Kepala Desa Klumpit, Ketua BPD Desa Klumpit serta perwakilan pengusaha galian C.

Setelah surat pernyataan dan berita acara itu ditanda-tangani, maka pada 22 Januari 2020 terjadi musibah di galian C Desa Klumpit tersebut. Mengakibatkan empat siswa SMP tewas. Mereka adalah David Raditia, M Farouq Ilham, Jihar Grifi dan Habib Roihan.

Akibatnya Suharto (41) dan Ali Muchtarom (47) pengusaha galian C dihukum penjara masing masing selama satu tahun penjara. Sebab menurut Majelis Hakim Pada Pengadilan Negeri Kudus dalam sidangnya pada Kamis (12/11/2020) keduanya terbukti melakukan tindak pidana karena kealpaannya menyebabkan empat siswa SMP itu tewas. Atau melanggar pasal 359 KUHP jo pasal 55 ayat (1) ke-1

Sebelum proses persidangan keduanya bersedia memberikan “uang duka” yang konon disepakati sebesar Rp 120 juta. Namun baru dibayar Rp 40 juta.(Grace)

0 Komentar

0 Komentar