Uji Nyali : Silahkan ke Gedung Ngasirah, Gratis

Gapura - bangunan yang masih tersisa di komplek Gedung Wanita yang telah diratakan dengan tanah (Foto Grace)

Tirtanews.id, KUDUS - Silahkan datang ke komplek bekas gedung pertemuan Ngasirah Kudus. Gratis siang atau malam hari.

Ajakan uji nyali tersebut disampaikan warga seputar Gedung Ngasirah yang terletak di Jalan Jendral Sudirman “Penthol” Rendeng. Sebuah ajakan yang syarat makna. Sinis. Nyinyir dan ditujukan untuk pemangku kekuasaan di Kota Kretek ini.

Betapa tidak ! Dalam salah satu program televisi swasta sempat secara rutin menayangkan acara Uji Nyali. Menampilkan tempat tempat yang “angker”. Berbau mistis hingga klenik.

Sedang lokasi yang ditawarkan kali ini bukan tempat yang angker – angker amat. tapi konon sudah menjadi sarang hantu. Namun bekas gedung yang sarat dengan “sejarah” dan dirobohksan rata dengan tanah sekitar tiga tahun terakhir tetapi sampai sekarang belum juga dibangun gedung baru.

Komplek bekas Gedung Wanita Ngasirah Kudus dari arah samping sebelah barat  (Foto Grace)

Hanya menyisakan “gapura” di bagian depan. Sedang di dalamnya nyaris sudah berubah menjadi “hutan kota”. Rumput, ilalang, aneka jenis tumbuhan yang tumbuh liar hingga ketinggian beberapa puluh centimeter hingga lebih dari dua meter. Sebagian bekas tempat parkir di bagian samping kanan kiri masih bisa dilalui dengan jalan kaki- meski harus menerobos semak semak. Lalu ada pula sejumlah pohon lama yang “tidak sempat” di potong.

Komplek bekas Gedung Wanita Ngasirah Jalan Jenral Sudirman Rendeng Kudus (Foto Grace)

Menurut data yang dihimpun Tnew dari berbagai sumber, Gedung Ngasirah tersebut memang salah satu aset Pemkab Kudus yng sengaja dirobohkan (meski secara phisik bangunannya masih cukup kokoh) , Sebab akan dibangun gedung baru yang lebih representatif dengan anggaran Rp 10 miliar. Penanganannya diserahkan kepada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kudus.

Namun rencana itu dibatalkan, akibat adanya pengurangan Dana Alokasi Umum (DAU) pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) perubahan Kabupaten Kudus, Tahun Anggaran(TA) 2017.

Menurut Kepala Bidang Pengeloaan Aset Daerah Badan Pengelolaan Pendapatan, Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kabupaten Kudus, Edi Joko Pranoto, pengurangan anggaran DAU APBD perubahan Kabupaten Kudus, mencapai dua persen, atau sekitar Rp 16 miliar. Akibatnya sejumlah proyek pembangunan fisik pada 2017 ini dibatalkan. Termasuk diantaranya proyek pembangunan Gedung Ngasirah.

Kepala BPPKAD, Eko Jumantoro menambahkan mangkraknya Ngasirah juga akibat Covid-19, sehingga sejumlah investor yang sempat berkeinginan untuk “menanganinya” kini tidak ada beritanya lagi.

Gedung Ngasirah selain menggunakan nama ibu kandung pahlawan nasional Raden Ajeng Kartini, juga sempat jadi gedung pertemuan terbesar di Kudus- Khususnya untuk resepsi pernikahan (perhelatan lainnya).

Namun secara perlahan mulai tersisih dengan munculnya gedung pertemuan milik swasta. Terutama sejumlah hotel berbintang yang menyajikan banyak kelebihan.(Grace)

BERITA LAINYA