Wonosari Rintisan Daerah Wisata Baru Di Tepi Waduk Kedungombo

Kedungombo baru 

Tirtanews.id - Kudus, (Minggu, 8/11/2020). Pasti sebagian besar warga Provinsi Jawa Tengah tahu tentang Kedungombo. Sebuah waduk terbesar di Jawa Tengah yang terletak di perbatasan Kabupaten Sragen, Boyolali dan Grobogan Mampu menampung 723 juta meter kubik air dan mampu pula mengairi sawah petani seluas 63.000 – 65.000 hektar yang tersebar di Kabupaten Grobogan, Demak, Pati dan Kudus. Selain itu menjadi salah satu obyek wisata yang cukup terkenal

Namun sejak lebih dari dua tahun terakhir obyek wisata waduk Kedungombo ini ditutup, karena adanya kasus dugaan korupsi. Padahal sarana dan prasarananya cukup memadai. Kini sarana dan prasarana dibiarkan begitu saja tanpa terurus.

Tirtanews, yang mengunjungi lokasi tersebut pekan lalu, melihat di pintu gerbangnya terlihat besi penghalang yang semula bisa dinaik-turunkan secara mekanis. Dengan demikian mobil tidak bisa memasuki kawasan ini. Selain itu loket penjualan tiket dan gapura yang ada di sebelah kanan dibiarkan mangkrak.

pintu gerbang  tempat wisata Kedungombo ditutup sejak lebih dari tiga tahun yang lalu

Banyak wisatawan yang tidak tahu obyek wisata ini ditutup, sehingga diantara mereka terlanjur datang ke lokasi. Salah satunya warga Kudus dan Pati. “ Kami sudah cukup lama tidak ke sini (waduk Kedungombo). Biasanya pada hari libur atau hari raya keagamaan kami berlibur dengan keluarga. Kaget juga ketika tiba di lokasi gerbangnya ditutup. “ ujar Irawan dari Kudus.

Sebenarnya Irawan dan anggoa keluarga mau “balik kanan” pulang ke Kudus. Namun setelah diberitahu pemilik warung ikan bakar yang berada di seberang pintu gerbang, rombongan wisatawan domestik ini membelokkan mobilnya ke gerbang yang ada di sebelah kiri gerbang obyek wisata Kedungombo.

Rintisan

Ternyata telah dibangun obyek wisata baru yang diberi nama sangat sederhana Wonasari Kedungombo. Menempati lahan milik Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Gundih seluas 9,8 hektar.

Ditangani Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Gemilang Desa Rambat Kecamatan Geyer Kabupaten Grobogan. Bekerjasama dengan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Rimba Makmur. “Meski baru dibuka saat libur Lebaran 2019, Wisata Rintisan Wonosari Kedungombo tercatat memiliki pengunjung terbanyak diantara destinasi wisata dibawah naungan Perhutani se-Jawa Tengah. “ ujar Ajun administratu (Adm) Perhutani KPH GundiTelawah, Cecep Hermawan.

Wonosari Kedungombo, tempat wisata baru

Meski semuanya masih serba apa adanya, namun tempat wisata baru ini telah memiliki daya tarik tersendiri. Lokasinya mudah dijangkau dari empat “penjuru angin” (barat,timur, utara, selatan) dengan jalan mulus beraspal- berbeton.

Tempat parkirnya sangat luas. Mampu menampung ratusan motor dan puluhan mobil, Obyek utamanya adalah hamparan air waduk Kedungombo, yang bisa disaksikan dari jarak dekat maupun dari jarak jauh. Dengan naungan aneka jenis pohon yang cukup rindang.

Puluhan pedagang kaki lima (PKL) yang sebagian besar warga/ anggota LMDH Rimba Makmur Desa Rambat dan menjajakan ikan bakar dan kelapa muda. Sebagian lagi membuka warung makan, minum, hingga berbagai produk daerah.

Tersedia pula sebuah bangunan terbuka, sejumlah kamar mandi-wc dan hampir di semua “titik” disediakan fasilitas cuci tangan dan sabun. Lalu tengah dipersiapkan pula sejumlah bangunan/lokasi sebagai pelengkap Wonosari Kedungombo. Penasaran ? Coba dulu.(Grace)

0 Komentar

0 Komentar