Balai Jagong Di Malam Hari Videotron dan Sejumlah Lampu Mati

Sebagian lampu yang hidup dan yang mati di Balai Jagong Wergu Wetan Kudus (Foto Grace)

Tirtanews.id, KUDUS - “Mumpung” cuaca cerah setelah dua hari terakhir diguyur hujan lebat, Selasa (8/12/2020) sekitar pukul 18.30 WIB Tirtanews “klinong klinong” ke Balai Jagong di belakang Stadion Wergu Wetan Kudus.

Masuk dari arah samping kiri Gedung Olah Raga (GOR) atau depan Stadion. Sejumlah rambu warna merah melintang. Berbelok ke kiri. Sebuah videotron yang Nampak gagah, tapi tidak berfunsi. Alias mati.

Mati - videotron di Balai Jagong Wergu wetan Kudus (Foto Grace)

Di dekatnya terlihat “kereta mini” terpakir- tanpa ada seorang pun penumpang. Lurus ke depan di pojok kiri, terlihat persewaan “mobil- mobilan” dengan lampu aneka warna. Menarik untuk dipandang. Hanya ada dua bocah yang mengendarai mobil mobilan tersebut. Tidak banyak pedagang kaki lima (PKL) yang menjajakan dagangannya. Begitu pula pengunjungnya masih relatif sepi.

Areal persewaaan mobil-mobilan di Balai Jagong (Foto Grace)

Dari lokasi ini arah pandang ke depan (arah barat) puluhan lampu menyala. Jika berdasarkan data jumlahnya ada 115 unit- semuanya dengan teknologi sinar matahari (tenaga surya/solar cel) dan membutuhkan biaya Rp 2,9 miliar. Sedang yang mati terlihat pula di sejumlah titik

Situasi tersebut Nampak mewarnai langit yang lumayan cerah. Pemandangan yang lumayan bagus. Lalu beranjak menikung berbelok ke kanan arah Pasar Baru. Suasananya sepi dan gelap. Lampu penerangan kurang dan di bagian samping kiri puluhan pohon penghijauan berdaun lebat membuat suasana gelap.

Balai Jagong mulai dibangun (tahap pertama) pada 18 Mei 2016 dengan biaya pembangunan sebesar Rp 5.891.105.000,-. Bentuknya mirip sebuah taman besar, karena banyak ditemukan aneka jenis tanaman dan bunga. (grace)

BERITA LAINYA