Bekas Stasiun Kereta Api Wergu Kudus Dibiarkan Merana

Suasana ketika bekas stasiun KA wergu dijadikan pasar tradisional (Foto Grace)

Tirtanews.id, KUDUS - Terhitung sejak 10 April 2017, komplek stasiun kereta api (KA) Kudus yang terletak di Kelurahan Wergu Kulon dikembalikan pengelolaannnya kepada PT Kereta Api Indonesia (KAI).

Seiring dengan diresmikannya Pasar Baru, sekitar 500 meter timur komplek stasiun KA Kudus, setelah pihak pemerintah kabupaten (Pemkab) Kudus, selama sekitar lebih dari 20 tahun terakhir, menyewa komplek stasiun ini untuk dijadikan komplek pasar tradisional.

Sejak itu sampai dengan Selasa (29/12/2020) atau hampir 3 tahun delapan bulan, PT KAI sama sekali tidak melakukan aneka jenis perbaikan- rehabilitasi, Kecuali hanya dengan membuat pagar seng berkeliling


Padahal stasiun KA ini termasuk salah satu sejarah perkeretaapian di Indonesa. Bahkan telah ditetapkan sebagai cagar budaya bernomor 11-19/Kud/ 38/TB/04 per September 2005.

Kondisi stasiun yang dibangun pada tahun 1883-1884 sebagian besar bangunannya masih dalam kondisi asli. Terkecuali di bagian depan sebelah barat menghadap jalan raya, dibangun “pagar” baru dari bahan semen (tembok semen). Ditambah dilenyapkkannya, satu rel khusus yang melintas di emperan stasiun. serta rangkaian rel-rel yang berada di halaman stasiun samping selatan.


Sedang kondisi tiang bangunan yang semuanya dari bahan besi, termasuk kerangka bangunannya yang juga berbahan besi, meski terlihat kokoh namun sudah banyak yang “dimakan” karat.

Begitu pula, kaca yang didominasi warna kekuningan dan diselingi warna putih. Sebagian kaca itu bahkan berlobang-lobang kecil – terutama di bagian sisi timur. Lobang tersebut konon bekas tembakan peluru tajam saat pasukan Belanda tengah beraksi untuk menduduki kota Kudus dan stasiun KA ini menjadi salah satu sasaran.


Sedang fungsi kaca-kaca tersebut untuk menahan sinar matahari dan sekaligus bentuk ornamen pemanis bangunan. Khusus untuk talang air yang terbuat dari bahan seng, termasuk cerobong sebagian besar dalam kondisi rusak berat. Sebaliknya atap seng di bagunan utama masih tergolong “baik”.

Bekas depo bahan bakar kayu dan lokomotif  100 meter selatan stasiun KA Kudus (Foto Grace)

Bangunan lainnya yang belum terusik, adalah bekas tempat penyimpanan kayu bakar, pangkalan lokomotif tenaga uap saat mengisi bahan bakar dan tempat bangunan penyimpanan air.

Bekas tandon air di komplek stasiun KA Kudus (Foto Grace)

Lokasinya sekitar 100 meter selatan stasiun. Bangunan itu disewakan untuk jasa cuci seterika pakaian dan tempat usaha kertas karton bekas. Di bagian depan disewakan untuk tempat pembuatan bak bak truk. Di samping kiri/utaranya untuk jenis usaha lainnya. Sedang tandon air yang tingginya lebih 10 meter itu sudah tidak berfungsi, namun bangunannya masih terlihat kokoh.

Tiang besi berpalang di bagian atas 50 meter utara stasiun KA arah SMA Negeri I Kudus (Foto Grace)

Sedang “barang bukti” lainnya adalah sebuah tiang besi setinggi sekitar lima meter berpalang di bagian atas, yang semula sebagai tanda keberangkatan-kepulangan lokomotif dan gerbong gerbong kereta api (masuknya kereta ke komplek stasiun). Ditemukan beberpa puluh meter dari stasiun arah SMA Negeri 1.(Grace)

KOMENTAR

0 Komentar

0 Komentar