Bertemu Mbah Kakung Suryadi dan Mbah Putri Saripah, Pasangan Suami Isteri Tertua Di Desa Colo Usianya Hampir Satu Abad

Mbah Kakung Suryadi dan Mbah Putri Saripah, pasangan suami isteri tertua di desa Colo Dawe Kudus (Foto Grace)

Tirtanews.id, KUDUS - Mbah kakung Suryadi dan Mbah putri Saripah, diyakini warga Desa Colo Kecamatan Dawe Kabupaten Kudus sebagai “manusia” tertua di desa yang berpenduduk lebih dari 2.000 jiwa ini.

Mbah kakung diperkirakan kelahiran antara 1920 - 1923. “Saya terpaut lebih lima tahun lebih muda. Kami menikah pada tahun 1955. Setelah istri pertama Pak Suryadi cerai, ”ujar mbah putri Saripah, saat ditemui di rumahnya Desa Colo, Senin sore (14/12/2020).

Rumah pasangan suami yang telah melewati perkawinan emas (50 tahun) cukup nyaman. Berada di atas ketinggian bukit - beberapa puluh meter dari komplek makam Sunan Muria. Termasuk rumah dengan letak paling atas di banding rumah penduduk lainnya.


Lebih mudah dijangkau dari depan gerbang Desa Wisata Colo Muria. Ke depan sekitar 20 meter, belok kiri - masuk jalan beton- menanjak. Lalu menikung ke kanan, naik beberapa puluh meter. Menikung lagi, menananjak beberapa puluh meter lagi, Berhenti pada rumah kuno dengan halaman luas. 

Pemandangan dari seputar rumah ini cukup bagus. Apalagi Senin sore udara cerah. Matahari sore terlihat dengan indah “Ini rumah “turun temurun”. Dulu semasa masih bocah seputar rumah adalah persawahan. Biasanya ditanami padi, ” tambah mbah putri. Sekararang di sudah berubah menjadi perkebunan.

Sedang kamar tidurnya juga tertata rapi. Sedang di sebelah ruang tamu di bagian atas terlihat sebuah foto berbingkai. Memperlihatkan sosok Suryadi – Saripah saat masih “muda”. Dapurnya lumayan besar. Kamar mandi - WC lumayan bersih dengan air yang melimpah ruah. Rumah ini juga dihuni anak dan cucunya.


Mbah putri yang Senin sore menerima Tirtanews di teras halaman, terlihat sehat dan segar. Ingatannya masih cukup kuat. Begitu pula pendengarannya. “Kami tidak ada resep khusus tentang banyak hal. Hanya saja ketika sudah mulai renta, ya tentu saja “penyakitan”. Itu penyakit tua. Sedang suami saya sudah lama “menghuni” kamar tidur saja.”. Saya yang masih “njagongi” jika ada tamu datang”

Ingatan yang masih cukup kuat, ketika antara lain ditanyakan siapa nama nama juru kunci makam Sunan Muria. Berdasarkan ceritera orang tua dan ingatan sendiri. Ada tiga juru kunci, yaitu: Suro Dikromo, Atmo dan Kartodirono. Kartodirono adalah juru kunci terakhir sebelum digantikan juru kunci yang sekarang Sokib Garno Sunarno. “Saya kenal baik dengan Kartodirono, ”ujarnya sambil mempersilahkn tamunya untuk minum kopi, ondhe-ondhe dan nyamikan lain yang disuguhkan.

Mengakhiri perjumpaan dengn mbah kakung Suryadi dan mbah putri Saripah, Tirtanews sempat diajak menengok mbah kakung yang tengah tiduran di kamar. Mengenakan piyama, sarung dan berkopyah putih. Wajahnya cerah.

Sepasang suami isteri yang sudah mulai jarang ditemui dalam usia menjelang satu abad, tapi masih tetap sehat dan bahagia tentu saja. Alam sekitarnya dan proses kehidupan semasa masih muda nampaknya juga berpengaruh terhadap umur panjang mbah kakung dan mbah putri ini.(Grace)

BERITA LAINYA