Dana Hibah Rp 1 Miliar Lonceng Kematian Bagi KONI Kudus (2)

Ilustrasi uang kertas

Tirtanews.id, KUDUS - Nah ketika Ketua KONI Kudus masih di tangan Ridwan, ada dana Rp 11 miliar. Dari APBD murni Rp 5 miliar dan dana hibah Rp 11 miliar.

Dengan dana tersebut, Ridwan antara lain mampu membawa kontingen Kabupaten Kudus dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov ke- 25) tiga besar. Persiku Kudus pun mampu hingga putaran nasional Liga Nusantara, meski akhirnya tetap tersingkir - tidak mampu naik kasta.


Namun patut diketengahkan Ridwan sempat menantang kepada semua pihak-utamanya terhadap oknum yang menyatakan ketidak-beresan proses pembagian dana yang berasal dari APBD Kudus 2017. Maupun yang menyangkut permintaan dana sehubungan dengan rencana pencalonan dirinya sebagai anggota DPRD Kudus periode 2018-2023. 

“Saya siap untuk bertemu langsung dengan oknum yang bersangkutan. Kita hadirkan di salah satu ruangan kantor KONI Kudus, kita bicara blak-blakan saja. Gendheng apa. Itu semua (pendanaan) berasal dari pribadi. Wong dari sananya sejak dahulu - termasuk orang tua sudah berkecukupan. Yang benar malah tombok banyak semasa saya menjabat sebagai Ketua KONI, ”ujar Ridwan

Berdasarkan data yang dihimpun dari berbagai sumber yang tidak bersedia disebut identitasnya, dibanding tahun-tahun sebelumnya, ketidak-beresan/penyalah-gunaan dana KONI 2017, dinilai paling semrawut.


Contoh, salah satu cabang olahraga sudah terlanjur menanda-tangani kontrak dengan atlet luar daerah untuk bergabung dan mengatas-namakan atlet Kudus senilai di atas Rp 1 miliar, tetapi ketika dana cair, jumlah yang diterima kurang dari separohnya. Akibatnya penanggung jawab cabang olahraga ini terpaksa menggadaikan rumahnya ke salah satu bank untuk menutup kekurangannya.

Sedang cabang olah raga lainnya, pada umumnya tidak menerima utuh sesuai yang dianggarkan. Dengan alasan dipotong untuk membayar pajak dan uang yang diterima dari APBD Kudus memang tidak sesuai dengan anggaran yang diajukan KONI. Sedang sistem pembayaran dari KONI kepada pengurus cabang olahraga dilakukan secara “tradisional” (tunai).

Lalu ketika Ketua KONI dipercayakan kepada Anton per 27 Desember 2018, juga disediakan anggaran pada tahun 2019 juga cukup besar. Sebagian besar dipergunakan untuk memberikan tali asih kepada atlet yang berprestasi pada Porprov ke 25.

Perlu diketengahkan lebih dahulu kemenangan Anton untuk menduduki singgasana KONI Kudus tidak mulus. Kasarnya pertarungan “berdarah darah” Ia dijagokan dan didukung penuh salah seorang pejabat tinggi di Kudus,


Akhirnya, Anton memperoleh dukungan dari 24 orang/cabang olahraga. Sedang pesaingnya Firdaus Ardiansyah Purnomo hanya didukung 10 orang/cabang olahraga. Ada 10 pengurus cabang tidak memberikan hak suara. Dengan demikian Anton resmi terpilih menjadi Ketua KONI Kabupaten Kudus periode 2019 – 2023.

Menurut Anton melalui WA Jumat (11/12/2020) pukul 20.10, pada tahun anggaran 2019 memperoleh dana Rp 11 miliar. Secara garis besar dana tersebut diberikan kepada semua pengurus cabang olahraga, untuk memberikan tali asih kepada atlet berpretasi di Porprov ke-25 dan untuk sekretariat.


Selain itu di tahun 2019 ini, ditandai antara lain adanya “reshuffle” alias mengocok kembali atau pergeseran dalam tubuh Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Kabupaten Kudus. Ketua Umumnya masih dipercayakan kepada Sutrisno

Lalu langkah berikutnya membentuk Persiku Liga III 2019, dengan manejer Bismark yang akrab dipanggil Mamak dengan pelatih kepala Subangkit. Hasilnya kita semua tahu Persiku gagal promosi ke Liga II. Kegagalan itu juga diikuti tim Persiku Yunior, yang terhenti di dua terbaik tingkat Jawa Tengah.

Padahal semua pelakunya mengikrarkan diri di hadapan Bapak Persiku M Tamzil, berjuang keras meraih prestasi yang lebih baik. Persiku akan berjaya lagi seperti ketika pernah masukke kasta tertinggi PSSI seputar tahun 1993 yang dikenal dengan nama Divisi Utama.

Bapak Persiku tidak tinggal diam. Dengan caranya sendiri dalam waktu singkat memperoleh dana segar yang kemudian digelontorkan ke manajemen Persiku Liga III 2019. Bahkan sempat mengatakan, program pembangunan Stadion Baru di daerah Kecamatan Bae yang tertunda akan direalisasi pada masa kepemimpinannya.

Namun rencana, gagasan yang ada pada diri Tamzil, Askab PSSI Kudus dan Persiku Liga III 2019, ambyar gegara Bapak Persiku terkena operasi tangkap tangan (OTT) KPK. Tulisan ini akan semakin seru pada seri ke-3.(Grace)

BERITA LAINYA