Dana Hibah Rp 1 Miliar Lonceng Kematian Bagi KONI Kudus (4) Anton Sudah Siapkan Dua Jurus

Ilustrasi uang

Tirtanews.id, KUDUS - Dua jurus sudah disiapkan Anton saat ini, untuk menyikapi “ulah” pemangku kebijakan yang telah menetapkan dana hibah KONI Kudus 2021 “sebesar” Rp 1 miliar.

Jurus pertama mensyukuri masih dapat/diberikan anggaran. Jurus kedua: “Kita bagi sesuai peruntukkannya berdasarkan tingkat urgensinya, ”ujar Anton, Ketua KONI Kudus kepada Tirtanews via WA Selasa (15/12/2020) pukul 18.00 WIB.


Anton tidak menjelaskan secara rinci jurus kedua tersebut. Namun yang pasti saat ini tercatat ada 49 pengurus cabang (Pengkab) di KONI Kudus. Dari jumlah tersebut diduga hanya sekitar 10 Pengkab yang mampu berprestasi di ajang pekan olahraga provinsi (Porprov) Jawa Tengah dan nasional. Sebagian besar lainnya “abu abu”.

Sedang jurus pertama konon mirip dengan jurus pasrah-trima ing pandum. Jurus yang konon  pula selalu harus ditrapkan orang orang percaya- orang orang beriman- orang orang beragama.


Jika dana hibah itu (Rp 1 miliar) dibagi rata, satu pengkab hanya kebagian Rp 20 juta. Sisanya yang Rp 20 juta untuk Sekretariat. Itu setahun. Jika dibagi 12 bulan maka per bulannya hanya Rp 1,6 juta. Jauh di bawah upah minimum kabupaten.

Lalu jika sesuai urgensi-kepentingan- prioritas mungkin yang didahulukan adalah Pengkab yang berprestasi. Hampir pasti ini akan menuai protes pengkab-pengkab yang dianggap tidak berprestasi.

Pengkab Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) pada tahun anggaran 2017 “hanya” dijatah Rp 75 juta dan ternyata pengurusnya harus pontang panting untuk mencari sumber dana lain agar atletnya tetap berprestasi.


Dari contoh IPSI itu saja sebenarnya sudah terjawab, jika dana hibah yang diterima KONI Kudus pada tahun 2021 mendatang Rp 1 miliar, tangeh lamun alias mustahil 49 pengkab yang ada mampu berprestasi.

Apalagi jika mengacu pada anggaran Pengkab PSSI yang biasanya ratusan hingga miliaran rupiah. Tahun anggaran 2019 misalnya digelontor sekitar Rp 3 miliar. Kenyataan Persiku Liga III dengan pelatih Subangkit dan manajer Bismark- atau akrab disapa Mamak, sudah terjungkal di tingkat Jawa Tengah.


Namu meminjam istilah “Bola Itu Bundar”, semuanya masih mungkin terjadi. Siapa tahu Ketua KON1 sudah mempersiapkan jurus pamungkas. Lalu atas kesadaran diri sendiri, karena ingin berprestasi, masing masing Pengkab juga tidak tinggal diam- menerima pembagian Rp 20 juta.

Atau pelaksana tugas (Plt) Bupati Kudus, Hartopo tersentak – ketika ajang olahraga bisa dijadikan sarana untuk meraih prestasi bagi Pemkab- yang tentunya juga melekat erat pada sosok pimpinan daerahnya. Bukan justru ikut ngombyongi langkah yang telah diputuskan wakil rakyat kita. (masih ada lanjutannya/Grace)

KOMENTAR

0 Komentar

0 Komentar