Dana Hibah Rp 1 miliar Lonceng Kematian Bagi KONI Kudus (5) Rp 800 Juta Mau Di kemanakan

Ilustrasi uang kertas

Tirtanews.id, KUDUS - Sekarang ini di “tangan” manajer Persiku Liga 3, diperkirakan masih ada dana segar Rp 800 juta.

Rencananya dana yang konon dari APBD 2020 Perubahan itu diberikan kepada manajer Persiku Liga 3 lewat Ketua Asosiasi kabupaten/Askab PSSI Kabupaten Kudus untuk biaya menjalani kompetisi PSSI Liga 3. Namun PSSI telah memutuskan tahun 2020 tidak digelar kompetisi, karena terkendala Covid-19


Akibatnya dana Rp 800 juta itu “nganggur”. Sebenarnya jika mengacu Departemen Keuangan, dalam penyusunan APBD angka Sisa Lebih Pembiayaan (SILPA) ini seharusnya sama nol. Artinya bahwa penerimaan pembiayaan harus dapat menutup defisit anggaran yang terjadi.

Misalnya dalam APBD terdapat defisit anggaran sebesar Rp 100 miliar, ditutup dengan penerimaan pembiayaan (pembiayaan netto) sebesar Rp 100 miliar, maka SILPA-nya adalah Rp0,.


Namun jika terdapat defisit anggaran sebesar Rp 100 miliar, dan ditutup dengan penerimaan pembiayaan (pembiayaan netto) sebesar Rp 120 miliar, maka SILPA-nya adalah Rp 20 miliar (SILPA positif).

Artinya secara anggaran masih terdapat dana dari penerimaan pembiyaan yang Rp 20 miliar yang belum dimanfaatkan untuk membiayai Belanja Daerah dan/atau Pengeluaran Pembiayaan Daerah. SILPA positif ini perlu dialokasikan untuk menunjang program-program pembangunan di daerah.


Saat ini masih diperdebatkan di kalangan KONI, Askab PSSI dan Pemkab, apakah uang Rp 800 juta tersebut tergolong “positif” atau tidak.

Jika positif, maka uang Rp 800 juta tidak dikembalikan ke kas daerah melainkan untuk biaya pembinaan sepakbola di Kudus. Khususnya untuk membiayai Persiku Yunior sebagai calon utama pemain Persiku Senior yang akan berlaga di Liga 3.


Tetapi tentu saja dengan catatan harus dipertanggung jawabkan penuh, bersifat transparan dan siap diaudit lembaga profesional. Sebab kinerja Askab PSSI Kudus selama ini bila diibaratkan rapor adalah rapor merah. Jika mau sebenarnya tidak sulit untuk dilaksanakan.

Tinggal terpulang kesepakatan antara manajer Persiku Liga 3 yang kini “mengantungi” dana Rp 800 juta. Lalu Askab PSSI sebagai induk organisasi, KONI dan Pemkab Kudus - bagian anggaran. (Grace)

BERITA LAINYA