Icip-Icip Gado-Gado di Warung Makan Bu Atty Sumber Roso Food

Menu makanan, minuman camilan Warung Sumber Roso (Foto Grace)

Tirtanews.id, KUDUS - Saking enaknya atau mungkin disebabkan faktor lain seorang perempuan yang tengah nyidam (proses kehamilan) pada pukul 02.00 minta dibelikan gado-gado. Sang suami tentu saja kelimpungan.

Beruntung akhirnya sang suami menemukan warung Sumber Roso. Sebuah warung sederhana yang terletak di perumahan Sumber Indah - berdekatan dengan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) PGRI Mejobo, Tepi jalan raya Kudus - Pati kilometer 4, pertigaan lampu lalulintas belok kanan dari arah Kota Kudus.

“Saya lupa menanyakan nama suami isteri itu. Jika tidak salah dari Getaspejaten Kecamatan Jati. Warung saya kebetulan buka 24 jam dan dari 8 jenis makanan satu diantaranya gado-gado. Kebetulan pula gado-gadonya merupakan andalan warung kami, ”tutur Atty Noordiati (57) pemilik warung pada saat menerima Tim Tirtanews, Minggu siang ( 20/12/2020).

Ny. Atty Noordiati (57) - (Foto Grace)

Gado-gado warung ini sebenarnya sama saja dengan gado-gado yang dijual di warung lain. Namun yang membedakan ada rasa khas yang tidak dimiliki warung lain. “Ini menggunakan bumbu khusus. Maaf ini rahasia “perusahaan”, Khawatir jika ditiru warung lain, ”ujar Atty sembari tertawa.


Kecuali itu di menu minuman sebanyak 13 jenis yang paling digemari adalah es kelapa muda campur tape ketan. Kelapa mudanya “diparut” lembut, diberi pemanis, tape ketannya satu bungkus dan tersaji dalam gelas ukuran besar.

Gado-gado es kelapa muda tape ketan di rumah makan Sumber Roso Perumahan Sumber Indah - SMK PGRI Mejobo Kudus (Foto Grace)

Lalu untuk camilan yang berjumlah sekitar 14 jenis, menurut perempuan berkerudung, berbaju dan bercelana panjang warna gelap ini, pelanggan lebih banyak meminta roti bakar dan pizza, Sedang untuk Frozen Food atau makanan beku yang paling laris Scallop. Meski kami menyajikan tidak kurang dari 10 jenis, ”ujar ibu dari dua orang putra ini. Putra pertama Moch Herdito dan putra kedua Moch Erwando.

Menu andalan rumah makan Sumber Roso (foto Grace)

Guna memperingan tugasnya sebagai juru masak, Bu Atty, didampingi tiga orang pembantu yang berasal dari tetangga. Ketiganya masing masing digaji Rp 50.000 per hari dan makan-minum gratis. Selain itu juga dibantu anaknya.

Dapurnya yang tidak begitu luas dijejali banyak perabot masak-memasak. Namun tertata rapi dan bersih. Sedang warungnya yang nyambung dengan dapur juga hanya berukuran sekitar 3 x 4 meter. Selain dua bangku panjang, sejumlah kursi, juga terlihat sejumlah perabot penunjang.

“Jika penuh, bisa ke samping kanan depan. Biasanya dipakai untuk pelanggan atau pembeli dalam jumlah banyak. Kebetulan rumah kami dua unit yang menyatu.”.

Mengingat pemilik warung menyukai bunga, maka di halaman depan, termasuk tempat parkir dipenuhi aneka jenis bunga dan tanaman, sehingga warung ini nampak lebih hijau segar.

Sebelum mengakhiri pertemuan dengan Tirtanews, Bu Atty menambahkan tentang “berdirinya“ warung Sumber Roso sekitar 10 tahun lalu. Dengan modal utama kesenangan dan akhirnya menjadi seorang ahli masak. Di berbagai lomba kampong hingga kabupaten pernah diikuti.

“Saya ini konon disebut pelaku UMKM. Di tengah kondisi pandemi Covid-19, UMKM seharusnya perlu untuk dimotifasi, diberi modal dan sebagainya. Usaha saya sempat menurun, tapi dengan kegigihan kami, omzet penurunan hanya sekitar 25 persen saja. Rata rata per hari Rp 2- 3 juta. Lumayan ”ujarnya.


Warung Sumber Roso, selain menerima kunjungan pembeli, juga melayani dalam bentuk pesanan. Ketika sekitar satu jam berada di rumah makan ini ada seorang karyawan dari salah satu perusahaan jasa angkutan yang mengambil order. Begitu pula sejumlah tamu silih berganti berdatangan. Mereka tidak hanya datang dari Kudus, tetapi juga berasal dari Pati, Demak, perbatasan Kudus-Demak.(Grace)

BERITA LAINYA